Kamis, 25 Juni 2009

Hari-hari Terakhir Qu

Berat sekali meninggalkan kota Pontianak ini, dan yang paling berat adalah meninggalkan watasyiwa.....
ya Allah masih adakah kesempatan untuk aku bertemu dengan mereka. aku begitu mencintainya karna Mu.....

Kamis, 18 Juni 2009

"Mimpikah Aku"

S2,....
Benarkah...
Mimpi atau gak sih...
dua tahun yang lalu aku memimpikan akan kuliah S2 di luar pontianak, terserah, dalam negri maupun luar negeri. saat itu aku terus memimpikan semua itu, aku tidak menghiraukan apapun resiko yang akan aku hadapi..... apapun kata orang tidak kudengarkan... pokoknye harus S2.... kataku dalam hati.......
tau gak apa yang memotivasi aku tuk S2,....
Hanya sebuah buku...
"Dead Line Your Live" yang ditulis oleh Solikhin...
dari buku itu aku termotivasi untuk menjadi seorang penulis, dalam benakku berkata bahwa tuk menulis kita harus punya ilmu lebih banyak,.,. yah tuk dapat ilmu aku harus S2, aku tak bisa mengharapkan ilmu hanya sebatas S1.... walau sebenarnya aku tau tuk jadi seorang ilmuan tidak harus dengan kuliah....
setelah perkuliahan S1 selesai, semua sirna....
aku terpokus dengan kerja... dapat 1 kerja, cari kerja yang baru,bahkan saat akhir-akhir ini aku bekerja di 3 tempat. STAIN, Bimbel Fazli dan Guru Privat. wah capek bukan main,... apakan daya itu kebutuhanku...
aku malu tuk mengemis uang dengan orang tuaku, karna saat ini aku sudah sarjana... malu dong...
selain itu aku juga banyak pertimbangan....
yang paling berat adalah masalah dana...
aku gak mau memberatkan orang tuaku yang menurutku sudah tua. kasian mereka, capek....
tidak hanya itu, masalah jodoh juga jadi pertimbangan,... saat ini teman-temanku udah pada nikah, kalo aku lanjutkan berarti aku memperpanjang alur jodoh dan memperketat kriteria suami,... aku gak siap tuk jadi perawan tua.. he... he...apalagi umurku sekarang adalah usia menikah... kalo dah tua siapa yang mau...
ditambah lagi, katanya laki-laki gak mau menikah dengan cewek yang pendidikannya lebih tinggi... benarkah..????...
saat itu pusing deh, masalah kerja setelah S2,masalah jurusan yang akan kupilih, masalah teman berangkat, daerah yang akan kutuju... pusing banget...

Tapi kini....
semua yang aku takutkan hilang dalam sesaat....
masalah rizki..., aku yakin Allah sudah siapkan untukku,...
masalah jodoh...., aku yakin semua allah yang ngatur..
masalah pekerjaan selanjutnya..., gak perlu dipikirkan saat ini, belakangan aja....yang perlu aku pikirkan adalah aku harus belajar dan kensentrasi dahulu..
mumpung peluang sudah didepan mata...mengapa harus aku sia-siakan.

Kini Semua berubah...
yang tadinya bermimpi tuk s2, kini terasa semua akan menjadi kenyataan. walau saat ini aku belum tau bisa lulus tes masuk atau tidak, namun usaha tuk menjurus ke sana sudah ada...
Ya Allah ku Bersyukur pada Mu, atas semua ini,... semua yang aku mimpikan tapi gak pernah aku duga tuk jadi kenyataan.

mungkin inilah jalan yang Allah pilihkan untukku, setelah sekian lama aku melamar pekerjaan yang lebih layak tapi gak pernah lulus..., gak jadi di dilamar(gagal taaruf) ("_") he...nyantai aja lagi, banyak hikmah yang dapat ku petik dari kejadian ini...
kini kuyakin,,
Allah merencanakan sesuatu yang lebih layak dan terbaik bagi kita... jangan kecewa dengan ketetapannya,,, semua ada hikmahnya..

Sahabat.... doakan Aku agar semuanya lancar-lancar aja....
Amin Ya Allah....

Sabtu, 23 Mei 2009

Ku Berdo"a


Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian hidupku..
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi ketiga setelah Allah dan Rasulnya
Seorang Pria yang hidup tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi untukMu.
Seorang pria yang sungguh mencintaiMu dan haus akan engkau dan mempuyai keinginan untuk menteladani sifat-sifar agungMu
Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk siapa dia hidup, sehingga hidupnya tidak sia-sia.
Seorang pria yang mempunyai hati yang bijak, bukan hanya sekedar otak yang cerdas
Seorang pria yang mencintai diriku tetapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehatiku saat aku berbuat salah.
Seorang pria yang punya, cita, harapan dan tujuan yang sama
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan stuasi
Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika disebelahnya.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya, doaku untuk kehidupannya dan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Dan aku juga meminta
Buatlah aku menjadi seorang wanita yang dapat membuat seorang pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaimu sehingga aku dapat mencintainya dengan cintamu, bukan mencintainya dengan sekedar cinta.
Dan bila mana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan betapa besarnya engkau karna telah memberikan kepadaku seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna
Aku mengetahui bahwa engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang engkau tentukan Walau kini aku tidak tau kapan ia datang dan dimana ia tinggal.
Tapi aku yakin ia pasti ada dan akan datang menjemputku.

Jumat, 17 April 2009

Manajemen Hati Bagi Seorang Akhwat

Ukhti, saudaraku seiman dimanapun berada. Semoga kita tergolong pada golongan hambanya yang selalu menjaga kedekatan padanya, kemurnian terhadap cintaNya semata. Menyukai lawan jenis adalah fitrahnya manusia, laki-laki maupun perempuan. Setiap manusia normal pasti pernah merasakannya. Perasaan suka, simpati, senang tersebut biasanya yang menjurus pada pacaran. Pacaran ini biasanya dekat dengan maksiat maka haram hukumnya. Jatuh Cinta/ simpati/ suka/ sayang ini biasa disebut dengan virus merah jambu. Jatuh cinta adalah awal dari tanda-tanda seorang itu mengalami infeksi virus merah jambu. Virus ini sebenarnya tidak berbahaya tetapi jika manajemen hati dalam mengatasi virus ini tidak baik maka akan berakibat fatal. Apalagi bagi sahabat yang mengaku akhwat bukan akhwit lho, jatuh cinta akan terasa sangat menyiksa diri. Karna kontroversi antara syariat dan hati sangat terasa. Hati tidak bisa diingkari tapi syariat juga tidak boleh dilanggar.

Ukhti, saat hati tidak lagi konsentrasi pada cinta Nya semata
Saat bayangan ikhwan pujaan selalu teringat dalam ingatan
Berhati-hatilah ukhti, karna itu menghambat kedetanmu padanya.
Berhati-hatilah ukhti karna itu dapat melalaikanmu
Sebelum virus menjalar itu menggorogitimu atau yang sudah terlanjur terserang virus ikuti beberapa tips dariku:
1. Niatkan dalam hati bahwa kamu ingin membersihkan hati
Kuat tidaknya niat seseorang tergantung darikomitmen dia, tergantung pada keyakinan ia pada hal tersebut. Jika ia mengetahui dampak positif dan negatifnya maka komitmennya akan semakin menguat. Banyak-banyak berdoa, karna Allah maha membolak-balikkan hati. Dekatkan diri dengan Nya.
2. Kurangi interaksi
sedikit demi sedikit interaksi dengan lawan jenis yang punya virus merah jambu harus kita kurangi. Biasanya simpati, empati dan sejenisnya berasal dari seringnya berinteraksi. Apalagi interaksi tanpa hijab hati dan fisik. Hal itu rawan menimbulkan virus merah jambu menempel.
3. Buang kenangan yang mengingatkan kamu padanya.
Memang berat untuk membuang kenangan kenangan tersebut, kalo terasa berat uk membuangnya simpanlah di tempat jauh yang tidak mudah kamu lihat. Lakukan sampai virus merah jambu benar-benar sudah bersih dari hatimu. Jika kamu sudah siap tuk membuang kenangan itu maka buanglah atau berikan pada yang lebih berhak. Misal kenengan berupa foto, baju, buku, email atau barang-barang yang menjadi kenangan bersamanya.
4. Menikahlah
Jika ketiga hal tersebut tidak bisa menjadi solusi atas penyakit VMJ yang kamu derita, maka menikahlah. Karna itu lebih menjaga hatimu, daftarkan diri pada Allah, Orang tua, Murobbi or orang yang kamu percaya tuk membantu menemukan jodohmu. Tidak perlu pria yang serba sempurnya, yang penting berkecukupan, taat dan mencintai Allah.

Ukhti, sengaja ku tulis tips ini sebagai upaya untuk membersihkan hati ini, sungguh hati ini hanya mengharapkan cintaNya semata.

Senin, 06 April 2009

Moga Hari Ini Aku Beruntung

Hari ini aku akan pergi kesuatu tempat semoga aku pulang dengan sebuah keberuntungan. Semoga do'a-do'aku selama ini terjawab. bismillah... akan aku coba.

Minggu, 05 April 2009

Pertemuan Itu

3 April 2008,pertemuan itu. Aku tak tau, mengapa setelah pertemuan itu aku menjadi lebih tenang. aku heran, menggapa aku sedemikian nekat dan berani. padahal aku adalah seorang yang penakut dan pemalu. saat itu, yang terfikir dalam otakku hanya ada satu kata bahwa "masalah ini harus aku selesaikan apapun resikonya". walau bukan sebuah jawaban yang aku minta, walau bukan sebuah harapan yang kuingikan. tapi sebuah ketenangan batin yang ku cari.
aku tau teman-temanku pasti mengatakan bahwa hal tersebut salah, dan gak seharusnya terjadi. tapi yang jelas aku punya alasan tersendiri. Demi sebuah keputusan yang mutlak yang menyangkut masa depanku, demi sebuah hati yang terzolimi. kurelakan walau sedikit berkorban.
aku tak tau apa yang aku lakukan salah atau benar. tapi yang jelas salah menurutku belum tentu salah menurut orang lain dan benar menurutku belum tentu benar menurut orang lain. Hanya Allah yang tau dimana kebenaran itu. aku hanya bisa berusaha seadil mungkin.
hati memang tidak bisa dibohongi....
selamanya ia akan menderita saat ia ditelantarkan....
hanya satu pintaku semoga pertemuan itu adalah solusi dari berbagai masalahku.
Sakit....
Resah....
Penasaran....
gundah...
Benci....
rindu...
sayang....
semua menjadi satu tersimpan dalam hati kecilku akan kenangan masalalu.
Aku Harus Tegar walau Impian tak seindah bayangan.... ("_")

Senin, 02 Maret 2009

AKU

Namaku Dearti. sapaan akrabku k’de. Orang kampungku memanggilku dengan nama Dedek. Terkadang dikampus aku dipanggil Dea. Aku dilahirkan sejak 23 tahun yang lalu disebuah rumah tua kami. Kata ayahku kami pindah kerumah baru sejak aku berusia tiga tahun. Aku dibesarkan dalam kelurga sederhana, tidak terlalu kaya dan tidak juga keluarga miskin. Latar belakang keluargaku juga biasa saja, bukan dari keluarga terpelajar dan bukan juga keluarga jauh dari ilmu. Dalam beragama, keluargaku bukanlah seorang yang panatik dan bukan juga seorang yang liberal.
Kedua orang tuaku adalah seorang petani, ayah dan ibuku adalah pekerja keras. Mereka sangat kompak dalam bekerja. Walau terkadang mereka sering bertengkar tapi mereka tetap akur. Ayahku sangat bijaksana dalam mengambil keputusan. Ia orang yang sangat berani. Sedangkan Ibuku, dalam egonya ia sering mengalah terhadap keputusan yang diambil ayahku. Ibuku sangat pandai memasak.
Kakakku punya sikap keras kepala, tapi dalam hal lain ia begitu pengertian. Adikku yang pertama sangat cerdas dalam berfikir dan bergaul tapi ia sangat peritungan dalam masalah keuangan. Adikku yang kedua, hatinya lembut, suka mengalah tapi ia pemalu. Sedangkan aku, Kata ibuku aku sering merajok/pentong tapi katanya aku rajin bekerja.
Waktu kecil aku sering sakit-sakitan, makanya sekarang tubuhku paling kecil dibanding saudara-saudarku. Aku gak pernah kegemukan walaupun aku banyak makan. Apalagi saat kuliah, ibuku sangat khawatir dengan tubuhku yang kurus. Walau gak kurus-kurus amat.
Sejak kecil kami dibesarkan tidak jauh dari sawah. Panas dan lumpur sudah terbiasa kami hadapi. Bahkan seharian kami sering gak pulang-pulang. Bekerja di sawah sudah terbiasa aku lakukan hingga aku juga terbiasa mencari uang dengan mengharapkan upah dari hasil kerja bermandikan keringat selama setengah hari di sawah.
Dikampung aku punya geng, kini kami sudah terpencar sesuai dengan profesi masing masing, ada yang masih kuliah, ada yang bekerja ke malaysia, ada yang sudah menikah, ada yang bekerja dikampung, dan ada juga yang sudah punya anak. Teman-temanku ini telah banyak memberikan pengalaman untukku. Pengalaman baik maupun buruk. Bersamanya aku biasa jalan-jalan malam hari, mereka mengajarkan aku berkenalan dengan cowok-cowok dan mengajarkan aku bergaul serta bermasyarakat. Kami sering rekreasi bersama, apalagi saat lebaran, setiap tempat rekseasi terdekat kami kunjungi.
Sejak di SD aku aktif di Pramuka, biasa menjadi pinpinan regu. Aku sering pergi perkemahan ke mana saja. Saat inilah aku suka bermain. Terkadang aku gak pulang kerumah terlebih dahulu. Aku sangat senang mata pelajaran matematika. Ibu gurunya sangat baik hati, aku selalu mendapat nilai tinggi mata pelajaran ini, tapi aku kurang dalam mata pelajaran lainnya.
Saat SMP aku sudah mulai melirik-lirik cowok-cowok ganteng. Aku mulai keluyuran malam minggu, layaknya pemuda-pemudi di desaku. Walau menggunakan sepeda aku berangkat bahkan jalan kaki kami nekat. Aku mengenal pacaran sejak kelas 2 SMP, walau pacaran aku jarang berdua-duaan.
Saat SMA, aku pernah dibilang cewek tomboy, katanya jalanku mirip jalan laki-laki, gak ada lenggak lenggoknya. Kalo beradu otot aku sering menang. Mungkin juga karna saat itu aku tidak mengunakan jilbab.Walau tidak pake jilbab aku rajin sholat. Kata ayahku, mumpung masih muda, masih belum sibuk, rajin-rajinlah sholat. Karna jika sudah punya anak banyak halangan untuk sholat. Ayahku selalu menyuruh kami sholat.
Aku menggunakan jilbab sejak SMA kelas 2, sejak itulah aku ingin belajar lebih anggun. Saat itu aku sangat dekat dengan guru biologi, ia juga pake jilbab, aku tertarik dengan sikapnya. Sungguh anggun, cantik dan perhatian. Ia banyak mengajari aku tentang islam, meminjamkan buku dan majalah islam. Kami sering berdiskusi. Dialah orang yang telah memberikan pencerahan, dorongan dan masukan. Aku selalu dimotivasinya untuk kuliah dan aktif di rohis.
Waktu SD aku bercita-cita menjadi pedagang, saat SMP aku bercita-cita menjadi guru, saat SMA aku bercita-cita menjadi dokter. Tapi waktu kuliah aku bercita-cita menjadi penulis. Walau untuk menjadi seorang penulis tidak semudah yang kubayangkan, tapi aku tetap berusaha semaksimal mungkin. Walau sulit tidak ada kata menyerah untukku.
Kini aku sudah selesai kuliah, namun tidak ada satupun cita-citaku yang tercapai. Mungkin Allah berkehendak lain atas diriku. Aku yakin rekayasa Allah lebih baik dari pada rekayasa manusia. Harapanku sekarang pengennya menikah, sambil meniti karir dan kalo ada kesempatan aku ingin melanjutkan kuliah sekaligus meniti cita-cita yang belum tercapai. Itulah mimpiku, walau sekedar bermimpi, aku yakin jika Allah berkehendak tidak ada yang mustahil baginya.
Orang tuaku sangat berjasa terhadap kehidupanku, sejak kuliah aku bercita-cita membahagiakan mereka. Aku ingin mereka bangga terhadapku. Saat aku wisuda aku melihat senyum keceriaan diwajahnya. Karna aku berhasil menjadi mahasiswa tercepat di jurusan Dakwah dengan nilai yang cukup baik.