Sabtu, 23 Mei 2009

Ku Berdo"a


Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian hidupku..
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi ketiga setelah Allah dan Rasulnya
Seorang Pria yang hidup tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi untukMu.
Seorang pria yang sungguh mencintaiMu dan haus akan engkau dan mempuyai keinginan untuk menteladani sifat-sifar agungMu
Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk siapa dia hidup, sehingga hidupnya tidak sia-sia.
Seorang pria yang mempunyai hati yang bijak, bukan hanya sekedar otak yang cerdas
Seorang pria yang mencintai diriku tetapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehatiku saat aku berbuat salah.
Seorang pria yang punya, cita, harapan dan tujuan yang sama
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan stuasi
Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika disebelahnya.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya, doaku untuk kehidupannya dan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Dan aku juga meminta
Buatlah aku menjadi seorang wanita yang dapat membuat seorang pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaimu sehingga aku dapat mencintainya dengan cintamu, bukan mencintainya dengan sekedar cinta.
Dan bila mana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan betapa besarnya engkau karna telah memberikan kepadaku seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna
Aku mengetahui bahwa engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang engkau tentukan Walau kini aku tidak tau kapan ia datang dan dimana ia tinggal.
Tapi aku yakin ia pasti ada dan akan datang menjemputku.

Jumat, 17 April 2009

Manajemen Hati Bagi Seorang Akhwat

Ukhti, saudaraku seiman dimanapun berada. Semoga kita tergolong pada golongan hambanya yang selalu menjaga kedekatan padanya, kemurnian terhadap cintaNya semata. Menyukai lawan jenis adalah fitrahnya manusia, laki-laki maupun perempuan. Setiap manusia normal pasti pernah merasakannya. Perasaan suka, simpati, senang tersebut biasanya yang menjurus pada pacaran. Pacaran ini biasanya dekat dengan maksiat maka haram hukumnya. Jatuh Cinta/ simpati/ suka/ sayang ini biasa disebut dengan virus merah jambu. Jatuh cinta adalah awal dari tanda-tanda seorang itu mengalami infeksi virus merah jambu. Virus ini sebenarnya tidak berbahaya tetapi jika manajemen hati dalam mengatasi virus ini tidak baik maka akan berakibat fatal. Apalagi bagi sahabat yang mengaku akhwat bukan akhwit lho, jatuh cinta akan terasa sangat menyiksa diri. Karna kontroversi antara syariat dan hati sangat terasa. Hati tidak bisa diingkari tapi syariat juga tidak boleh dilanggar.

Ukhti, saat hati tidak lagi konsentrasi pada cinta Nya semata
Saat bayangan ikhwan pujaan selalu teringat dalam ingatan
Berhati-hatilah ukhti, karna itu menghambat kedetanmu padanya.
Berhati-hatilah ukhti karna itu dapat melalaikanmu
Sebelum virus menjalar itu menggorogitimu atau yang sudah terlanjur terserang virus ikuti beberapa tips dariku:
1. Niatkan dalam hati bahwa kamu ingin membersihkan hati
Kuat tidaknya niat seseorang tergantung darikomitmen dia, tergantung pada keyakinan ia pada hal tersebut. Jika ia mengetahui dampak positif dan negatifnya maka komitmennya akan semakin menguat. Banyak-banyak berdoa, karna Allah maha membolak-balikkan hati. Dekatkan diri dengan Nya.
2. Kurangi interaksi
sedikit demi sedikit interaksi dengan lawan jenis yang punya virus merah jambu harus kita kurangi. Biasanya simpati, empati dan sejenisnya berasal dari seringnya berinteraksi. Apalagi interaksi tanpa hijab hati dan fisik. Hal itu rawan menimbulkan virus merah jambu menempel.
3. Buang kenangan yang mengingatkan kamu padanya.
Memang berat untuk membuang kenangan kenangan tersebut, kalo terasa berat uk membuangnya simpanlah di tempat jauh yang tidak mudah kamu lihat. Lakukan sampai virus merah jambu benar-benar sudah bersih dari hatimu. Jika kamu sudah siap tuk membuang kenangan itu maka buanglah atau berikan pada yang lebih berhak. Misal kenengan berupa foto, baju, buku, email atau barang-barang yang menjadi kenangan bersamanya.
4. Menikahlah
Jika ketiga hal tersebut tidak bisa menjadi solusi atas penyakit VMJ yang kamu derita, maka menikahlah. Karna itu lebih menjaga hatimu, daftarkan diri pada Allah, Orang tua, Murobbi or orang yang kamu percaya tuk membantu menemukan jodohmu. Tidak perlu pria yang serba sempurnya, yang penting berkecukupan, taat dan mencintai Allah.

Ukhti, sengaja ku tulis tips ini sebagai upaya untuk membersihkan hati ini, sungguh hati ini hanya mengharapkan cintaNya semata.

Senin, 06 April 2009

Moga Hari Ini Aku Beruntung

Hari ini aku akan pergi kesuatu tempat semoga aku pulang dengan sebuah keberuntungan. Semoga do'a-do'aku selama ini terjawab. bismillah... akan aku coba.

Minggu, 05 April 2009

Pertemuan Itu

3 April 2008,pertemuan itu. Aku tak tau, mengapa setelah pertemuan itu aku menjadi lebih tenang. aku heran, menggapa aku sedemikian nekat dan berani. padahal aku adalah seorang yang penakut dan pemalu. saat itu, yang terfikir dalam otakku hanya ada satu kata bahwa "masalah ini harus aku selesaikan apapun resikonya". walau bukan sebuah jawaban yang aku minta, walau bukan sebuah harapan yang kuingikan. tapi sebuah ketenangan batin yang ku cari.
aku tau teman-temanku pasti mengatakan bahwa hal tersebut salah, dan gak seharusnya terjadi. tapi yang jelas aku punya alasan tersendiri. Demi sebuah keputusan yang mutlak yang menyangkut masa depanku, demi sebuah hati yang terzolimi. kurelakan walau sedikit berkorban.
aku tak tau apa yang aku lakukan salah atau benar. tapi yang jelas salah menurutku belum tentu salah menurut orang lain dan benar menurutku belum tentu benar menurut orang lain. Hanya Allah yang tau dimana kebenaran itu. aku hanya bisa berusaha seadil mungkin.
hati memang tidak bisa dibohongi....
selamanya ia akan menderita saat ia ditelantarkan....
hanya satu pintaku semoga pertemuan itu adalah solusi dari berbagai masalahku.
Sakit....
Resah....
Penasaran....
gundah...
Benci....
rindu...
sayang....
semua menjadi satu tersimpan dalam hati kecilku akan kenangan masalalu.
Aku Harus Tegar walau Impian tak seindah bayangan.... ("_")

Senin, 02 Maret 2009

AKU

Namaku Dearti. sapaan akrabku k’de. Orang kampungku memanggilku dengan nama Dedek. Terkadang dikampus aku dipanggil Dea. Aku dilahirkan sejak 23 tahun yang lalu disebuah rumah tua kami. Kata ayahku kami pindah kerumah baru sejak aku berusia tiga tahun. Aku dibesarkan dalam kelurga sederhana, tidak terlalu kaya dan tidak juga keluarga miskin. Latar belakang keluargaku juga biasa saja, bukan dari keluarga terpelajar dan bukan juga keluarga jauh dari ilmu. Dalam beragama, keluargaku bukanlah seorang yang panatik dan bukan juga seorang yang liberal.
Kedua orang tuaku adalah seorang petani, ayah dan ibuku adalah pekerja keras. Mereka sangat kompak dalam bekerja. Walau terkadang mereka sering bertengkar tapi mereka tetap akur. Ayahku sangat bijaksana dalam mengambil keputusan. Ia orang yang sangat berani. Sedangkan Ibuku, dalam egonya ia sering mengalah terhadap keputusan yang diambil ayahku. Ibuku sangat pandai memasak.
Kakakku punya sikap keras kepala, tapi dalam hal lain ia begitu pengertian. Adikku yang pertama sangat cerdas dalam berfikir dan bergaul tapi ia sangat peritungan dalam masalah keuangan. Adikku yang kedua, hatinya lembut, suka mengalah tapi ia pemalu. Sedangkan aku, Kata ibuku aku sering merajok/pentong tapi katanya aku rajin bekerja.
Waktu kecil aku sering sakit-sakitan, makanya sekarang tubuhku paling kecil dibanding saudara-saudarku. Aku gak pernah kegemukan walaupun aku banyak makan. Apalagi saat kuliah, ibuku sangat khawatir dengan tubuhku yang kurus. Walau gak kurus-kurus amat.
Sejak kecil kami dibesarkan tidak jauh dari sawah. Panas dan lumpur sudah terbiasa kami hadapi. Bahkan seharian kami sering gak pulang-pulang. Bekerja di sawah sudah terbiasa aku lakukan hingga aku juga terbiasa mencari uang dengan mengharapkan upah dari hasil kerja bermandikan keringat selama setengah hari di sawah.
Dikampung aku punya geng, kini kami sudah terpencar sesuai dengan profesi masing masing, ada yang masih kuliah, ada yang bekerja ke malaysia, ada yang sudah menikah, ada yang bekerja dikampung, dan ada juga yang sudah punya anak. Teman-temanku ini telah banyak memberikan pengalaman untukku. Pengalaman baik maupun buruk. Bersamanya aku biasa jalan-jalan malam hari, mereka mengajarkan aku berkenalan dengan cowok-cowok dan mengajarkan aku bergaul serta bermasyarakat. Kami sering rekreasi bersama, apalagi saat lebaran, setiap tempat rekseasi terdekat kami kunjungi.
Sejak di SD aku aktif di Pramuka, biasa menjadi pinpinan regu. Aku sering pergi perkemahan ke mana saja. Saat inilah aku suka bermain. Terkadang aku gak pulang kerumah terlebih dahulu. Aku sangat senang mata pelajaran matematika. Ibu gurunya sangat baik hati, aku selalu mendapat nilai tinggi mata pelajaran ini, tapi aku kurang dalam mata pelajaran lainnya.
Saat SMP aku sudah mulai melirik-lirik cowok-cowok ganteng. Aku mulai keluyuran malam minggu, layaknya pemuda-pemudi di desaku. Walau menggunakan sepeda aku berangkat bahkan jalan kaki kami nekat. Aku mengenal pacaran sejak kelas 2 SMP, walau pacaran aku jarang berdua-duaan.
Saat SMA, aku pernah dibilang cewek tomboy, katanya jalanku mirip jalan laki-laki, gak ada lenggak lenggoknya. Kalo beradu otot aku sering menang. Mungkin juga karna saat itu aku tidak mengunakan jilbab.Walau tidak pake jilbab aku rajin sholat. Kata ayahku, mumpung masih muda, masih belum sibuk, rajin-rajinlah sholat. Karna jika sudah punya anak banyak halangan untuk sholat. Ayahku selalu menyuruh kami sholat.
Aku menggunakan jilbab sejak SMA kelas 2, sejak itulah aku ingin belajar lebih anggun. Saat itu aku sangat dekat dengan guru biologi, ia juga pake jilbab, aku tertarik dengan sikapnya. Sungguh anggun, cantik dan perhatian. Ia banyak mengajari aku tentang islam, meminjamkan buku dan majalah islam. Kami sering berdiskusi. Dialah orang yang telah memberikan pencerahan, dorongan dan masukan. Aku selalu dimotivasinya untuk kuliah dan aktif di rohis.
Waktu SD aku bercita-cita menjadi pedagang, saat SMP aku bercita-cita menjadi guru, saat SMA aku bercita-cita menjadi dokter. Tapi waktu kuliah aku bercita-cita menjadi penulis. Walau untuk menjadi seorang penulis tidak semudah yang kubayangkan, tapi aku tetap berusaha semaksimal mungkin. Walau sulit tidak ada kata menyerah untukku.
Kini aku sudah selesai kuliah, namun tidak ada satupun cita-citaku yang tercapai. Mungkin Allah berkehendak lain atas diriku. Aku yakin rekayasa Allah lebih baik dari pada rekayasa manusia. Harapanku sekarang pengennya menikah, sambil meniti karir dan kalo ada kesempatan aku ingin melanjutkan kuliah sekaligus meniti cita-cita yang belum tercapai. Itulah mimpiku, walau sekedar bermimpi, aku yakin jika Allah berkehendak tidak ada yang mustahil baginya.
Orang tuaku sangat berjasa terhadap kehidupanku, sejak kuliah aku bercita-cita membahagiakan mereka. Aku ingin mereka bangga terhadapku. Saat aku wisuda aku melihat senyum keceriaan diwajahnya. Karna aku berhasil menjadi mahasiswa tercepat di jurusan Dakwah dengan nilai yang cukup baik.

Jumat, 20 Februari 2009

Nantikanku Dibatas Waktu

Di kedalaman hatiku
tersembunyi harapan yang suci
tak perlu engkau menyangsikan
lewat kesalihanmu
yang terukir menghiasi dirumu
tak perlu dengan kata-kata
Sungguh walau ku kelu tuk mengungkapkan perasaanku
namun penantianmu pada diriku jangan salahkan
kalau memang kaupilihkan aku
tunggu sampai aku datang
nanti kubawa kau pergi kesurga abadi
kini belumlah saatnya
Aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu


begitulah lirik sebuah lagu dari edkustik voice.

Jika boleh aku menafsirkan

Lirik lagu tersebut menceritakan tentang perjalanan cinta yang tak terbalas antara dua orang insan yang saling menyayangi. tapi kondisi tidak memungkinkan mereka untuk bersama. Ada aturan Islam yang membatasi, ada cita-cita yang belum tercapai dan ada amanah yang belum terselesaikan. Seorang ikhwan yang ingin ditunggu hingga batas yang belum pasti. Waktu yang belum tahu kapan akan berakhir.

Jika boleh aku berkomentar,

kasian akhwat yang harus menunggu, sebuah penantian panjang. bukankah menunggu itu suatu perbuatan yang membosankan. Seorang ikhwan yang menjanjikan untuk segera membawanya pergi entah kapan. Mengapa Harus di Janjikan??? toh belum tentu jodoh ya kan? gimana kalo ikhwannya tiba-tiba membatalkan?

Suatu yang bisa dibanggakan

Lirik dan vidionya bagus. Menggambarkan hati kebanyakan ikhwan. terkadang akhwat juga merasakan keberadaan kondisi tersebut. yah emang Fitrahnya manusia untuk saling menyukai.

Aku Mencintai Seorang Pria


Hari berganti hari, minggu silih berganti dan bulanpun berlalu, saat aku mengenalnya hingga sekarang saat aku takut jauh darinya. Awal berjumpa ia hanya biasa saja, tidak terlihat suatu yang istimewa darinya. Hari-hari berlalu tampa kusadari, sebuah nama telah terukir rapi dalam hatiku. Aku tidak tahu sejak kapan ia mulai hadir menorehkan susunan hurup dihatiku. Sebuah nama yang tidak pernah aku kehendaki. Yang tidak pernah izin bersemi dalam lubuk hatiku dan mengambil bagian didalamnya. Ia hadir sendirinya tanpa ku minta.

Berada didekatnya memberikan ketenangan bagiku, tatapan matanya membuat aku tersipu-sipu. Tutur katanya membuat aku tergoda. Senyumannya semakin membuat aku tergila-gila. Hari-hari terasa sepi tanpa hiasan sms darinya di HP ku. Malamku terasa indah dengan Alaram tahajud olehnya.

Wahai hati, maafkan aku yang telah dzolim padamu. Aku tidak pantas menghadirkan ia melekat dalam hatiku, karna ia bukan hak priogratifku. Ia milik semua orang. Ia belum berhak untuk kucintai. Wahai hati, bukan maksudku untuk menyimpan cinta untuknya, tapi aku menyadari kelemahanku yang tidak bisa tegas pada rasa simpati ku padanya.

Aku tahu, aku gak boleh mencintainya, dan ia juga gak boleh mencintaiku. Tidak ada kata pacaran sebelum menikah dalam Islam. Aku mencoba menghilangkan ia dalam memori di hatiku. Tapi aku tak pernah berhasil, aku terlalu sayang untuk mendelete namanya dalam hatiku. Ia terlalu berkesan dalam sebuah kenangan masa laluku. Ia begitu sempurna di mataku. Walau sebenarnya banyak yang lebih sempurna.

Cintaku muncul dari sebuah kebencian, kebencian yang teramat menyakitkan. Aku heran pada hati ini, walau hati ini sudah sering dikecawakan olehnya tapi mengapa hati ini gak pernah kapok untuk berhenti, dan menghentikan semuanya. Mengapa ia harus hadir tapi dengan membawa pilu untuk menahan.

Aku gak tau apa maksud Allah yang telah menghadirkan ia dalam hatiku. Apakah ini ujian agar aku tetap menjaga hati. Seperti teman-temanku menjaga hatinya. Aku tau aku tidak boleh memetik buah yang belum matang, setelah sekian lama aku rawat untuk memetiknya dalam keadaan yang siap untuk dipetik.

Demi kebersihan hati, aku harus berusaha mendeletenya dalam memori hatiku, walau itu sulit, tapi aku harus tetap berusaha. Memori hatiku memang belum bisa didelete, tapi memori di HP ku, namanya sudah kudelet habis. Sehingga aku tidak mudah tergoda untuk dengan mudahnya untuk menghubunginya.

Sebelum kami melangkah lebih jauh, sebelum ada kata kecewa dan terluka. Lebih baik aku menghentikan semua sampai disini. Aku tahu interaksi kami sudah terlalu jauh.

Ya Allah, salah kah aku yang telah mencintainya, salahkah aku ketika aku tampa sengaja ia hadir dalam hatiku.
Kalo memang berjodoh, suatu hari nanti pasti dipersatukan. Tapi kalo emang tidak mengapa harus bersakit-sakitan dengan memendam rasa. Allah maha tahu atas semua yang terbaik bagi kami.


Ttd


UMI