Kamis, 12 November 2009

Benarkah cinta itu buta

banyak yang mengatakan cinta itu buta,.....
yap aku setuju. kala seorang jatuh cinta... ia tidak peduli, rintangan apapun yang ada di hadapannya. umur, pekerjaan, status pendidikan, keluarga, gosip masyarakat, semuanya tak berarti. yang penting cinta itu ia dapat....
Cinta juga kadang sangat membingungkan... kadang ia sangat menyenangkan dan kadang ia terasa sangat pahit. saat cinta itu tidak sejalan, seakan ia ingin membunuh cinta, tapi saat cinta itu sampai pada puncaknya, seakan cinta itu adalah nyawanya...
cinta hadir dengan sendirinya, tanpa dipaksa dan tanpa di duga... ia mampir pada siapa saja yang berhati cinta....
sunnguh cinta itu suatu yang unik dan tidak dapat di prediksikan....
adakah cinta yang sesuai dengan cinta yang ada di hati ini,...
aku ingin mencari cinta, cinta yang sejati dan hakiki....

Rabu, 28 Oktober 2009

Aku tidak bermimpi....

dulu hanyalah sebuah cita-cita, dulu hanyalah sebuah harapan, dan dulu hanyalah sebuah hayalan. kini semua jadi kenyataan, kini semua menjadi sebuah perbuatan.
berikan kekuatan kepadaku ya Tuhan, agar aku tetap mensyukuri nikmat-nikmat yang telah engkau berikan. saat keluar nanti aku adalah sebagai pemenang sebuah peradaban. bukan sebuah korban peradaban.
suatu kebahagian terbesar bagiku, saat aku bisa menginjakkan kaki di tanah bandung ini, dalam rangka menuntut ilmu ke sebuah perguruan tinggi islam UIN Sunan Gunung Jati Bandung. Program Stata 2. ayahku adalah orang yang paling berjasa setelah kehendak Allah dalam perwujudan cita-citaku ini...
sungguh suatu hadiah istimewa dan spesial bagiku...
ayah, telah memotivasiku, membiayakanku, mengizinkanku, mendukungku dan mempercayaiku...
sungguh ia adalah orang tua yang paling baik. best is the best...moga Allah senantiasa memberikan kemudahan padanya dan moga Allah menyediakan rumah di surga untuknya nanti... Amin.
terima kasih ayah.... karna engkau telah mewujudkan mimpi-mimpiku menjadi sebuah kenyataan....

Kamis, 25 Juni 2009

Hari-hari Terakhir Qu

Berat sekali meninggalkan kota Pontianak ini, dan yang paling berat adalah meninggalkan watasyiwa.....
ya Allah masih adakah kesempatan untuk aku bertemu dengan mereka. aku begitu mencintainya karna Mu.....

Kamis, 18 Juni 2009

"Mimpikah Aku"

S2,....
Benarkah...
Mimpi atau gak sih...
dua tahun yang lalu aku memimpikan akan kuliah S2 di luar pontianak, terserah, dalam negri maupun luar negeri. saat itu aku terus memimpikan semua itu, aku tidak menghiraukan apapun resiko yang akan aku hadapi..... apapun kata orang tidak kudengarkan... pokoknye harus S2.... kataku dalam hati.......
tau gak apa yang memotivasi aku tuk S2,....
Hanya sebuah buku...
"Dead Line Your Live" yang ditulis oleh Solikhin...
dari buku itu aku termotivasi untuk menjadi seorang penulis, dalam benakku berkata bahwa tuk menulis kita harus punya ilmu lebih banyak,.,. yah tuk dapat ilmu aku harus S2, aku tak bisa mengharapkan ilmu hanya sebatas S1.... walau sebenarnya aku tau tuk jadi seorang ilmuan tidak harus dengan kuliah....
setelah perkuliahan S1 selesai, semua sirna....
aku terpokus dengan kerja... dapat 1 kerja, cari kerja yang baru,bahkan saat akhir-akhir ini aku bekerja di 3 tempat. STAIN, Bimbel Fazli dan Guru Privat. wah capek bukan main,... apakan daya itu kebutuhanku...
aku malu tuk mengemis uang dengan orang tuaku, karna saat ini aku sudah sarjana... malu dong...
selain itu aku juga banyak pertimbangan....
yang paling berat adalah masalah dana...
aku gak mau memberatkan orang tuaku yang menurutku sudah tua. kasian mereka, capek....
tidak hanya itu, masalah jodoh juga jadi pertimbangan,... saat ini teman-temanku udah pada nikah, kalo aku lanjutkan berarti aku memperpanjang alur jodoh dan memperketat kriteria suami,... aku gak siap tuk jadi perawan tua.. he... he...apalagi umurku sekarang adalah usia menikah... kalo dah tua siapa yang mau...
ditambah lagi, katanya laki-laki gak mau menikah dengan cewek yang pendidikannya lebih tinggi... benarkah..????...
saat itu pusing deh, masalah kerja setelah S2,masalah jurusan yang akan kupilih, masalah teman berangkat, daerah yang akan kutuju... pusing banget...

Tapi kini....
semua yang aku takutkan hilang dalam sesaat....
masalah rizki..., aku yakin Allah sudah siapkan untukku,...
masalah jodoh...., aku yakin semua allah yang ngatur..
masalah pekerjaan selanjutnya..., gak perlu dipikirkan saat ini, belakangan aja....yang perlu aku pikirkan adalah aku harus belajar dan kensentrasi dahulu..
mumpung peluang sudah didepan mata...mengapa harus aku sia-siakan.

Kini Semua berubah...
yang tadinya bermimpi tuk s2, kini terasa semua akan menjadi kenyataan. walau saat ini aku belum tau bisa lulus tes masuk atau tidak, namun usaha tuk menjurus ke sana sudah ada...
Ya Allah ku Bersyukur pada Mu, atas semua ini,... semua yang aku mimpikan tapi gak pernah aku duga tuk jadi kenyataan.

mungkin inilah jalan yang Allah pilihkan untukku, setelah sekian lama aku melamar pekerjaan yang lebih layak tapi gak pernah lulus..., gak jadi di dilamar(gagal taaruf) ("_") he...nyantai aja lagi, banyak hikmah yang dapat ku petik dari kejadian ini...
kini kuyakin,,
Allah merencanakan sesuatu yang lebih layak dan terbaik bagi kita... jangan kecewa dengan ketetapannya,,, semua ada hikmahnya..

Sahabat.... doakan Aku agar semuanya lancar-lancar aja....
Amin Ya Allah....

Sabtu, 23 Mei 2009

Ku Berdo"a


Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian hidupku..
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi ketiga setelah Allah dan Rasulnya
Seorang Pria yang hidup tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi untukMu.
Seorang pria yang sungguh mencintaiMu dan haus akan engkau dan mempuyai keinginan untuk menteladani sifat-sifar agungMu
Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk siapa dia hidup, sehingga hidupnya tidak sia-sia.
Seorang pria yang mempunyai hati yang bijak, bukan hanya sekedar otak yang cerdas
Seorang pria yang mencintai diriku tetapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehatiku saat aku berbuat salah.
Seorang pria yang punya, cita, harapan dan tujuan yang sama
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan stuasi
Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika disebelahnya.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya, doaku untuk kehidupannya dan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Dan aku juga meminta
Buatlah aku menjadi seorang wanita yang dapat membuat seorang pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaimu sehingga aku dapat mencintainya dengan cintamu, bukan mencintainya dengan sekedar cinta.
Dan bila mana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan betapa besarnya engkau karna telah memberikan kepadaku seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna
Aku mengetahui bahwa engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang engkau tentukan Walau kini aku tidak tau kapan ia datang dan dimana ia tinggal.
Tapi aku yakin ia pasti ada dan akan datang menjemputku.

Jumat, 17 April 2009

Manajemen Hati Bagi Seorang Akhwat

Ukhti, saudaraku seiman dimanapun berada. Semoga kita tergolong pada golongan hambanya yang selalu menjaga kedekatan padanya, kemurnian terhadap cintaNya semata. Menyukai lawan jenis adalah fitrahnya manusia, laki-laki maupun perempuan. Setiap manusia normal pasti pernah merasakannya. Perasaan suka, simpati, senang tersebut biasanya yang menjurus pada pacaran. Pacaran ini biasanya dekat dengan maksiat maka haram hukumnya. Jatuh Cinta/ simpati/ suka/ sayang ini biasa disebut dengan virus merah jambu. Jatuh cinta adalah awal dari tanda-tanda seorang itu mengalami infeksi virus merah jambu. Virus ini sebenarnya tidak berbahaya tetapi jika manajemen hati dalam mengatasi virus ini tidak baik maka akan berakibat fatal. Apalagi bagi sahabat yang mengaku akhwat bukan akhwit lho, jatuh cinta akan terasa sangat menyiksa diri. Karna kontroversi antara syariat dan hati sangat terasa. Hati tidak bisa diingkari tapi syariat juga tidak boleh dilanggar.

Ukhti, saat hati tidak lagi konsentrasi pada cinta Nya semata
Saat bayangan ikhwan pujaan selalu teringat dalam ingatan
Berhati-hatilah ukhti, karna itu menghambat kedetanmu padanya.
Berhati-hatilah ukhti karna itu dapat melalaikanmu
Sebelum virus menjalar itu menggorogitimu atau yang sudah terlanjur terserang virus ikuti beberapa tips dariku:
1. Niatkan dalam hati bahwa kamu ingin membersihkan hati
Kuat tidaknya niat seseorang tergantung darikomitmen dia, tergantung pada keyakinan ia pada hal tersebut. Jika ia mengetahui dampak positif dan negatifnya maka komitmennya akan semakin menguat. Banyak-banyak berdoa, karna Allah maha membolak-balikkan hati. Dekatkan diri dengan Nya.
2. Kurangi interaksi
sedikit demi sedikit interaksi dengan lawan jenis yang punya virus merah jambu harus kita kurangi. Biasanya simpati, empati dan sejenisnya berasal dari seringnya berinteraksi. Apalagi interaksi tanpa hijab hati dan fisik. Hal itu rawan menimbulkan virus merah jambu menempel.
3. Buang kenangan yang mengingatkan kamu padanya.
Memang berat untuk membuang kenangan kenangan tersebut, kalo terasa berat uk membuangnya simpanlah di tempat jauh yang tidak mudah kamu lihat. Lakukan sampai virus merah jambu benar-benar sudah bersih dari hatimu. Jika kamu sudah siap tuk membuang kenangan itu maka buanglah atau berikan pada yang lebih berhak. Misal kenengan berupa foto, baju, buku, email atau barang-barang yang menjadi kenangan bersamanya.
4. Menikahlah
Jika ketiga hal tersebut tidak bisa menjadi solusi atas penyakit VMJ yang kamu derita, maka menikahlah. Karna itu lebih menjaga hatimu, daftarkan diri pada Allah, Orang tua, Murobbi or orang yang kamu percaya tuk membantu menemukan jodohmu. Tidak perlu pria yang serba sempurnya, yang penting berkecukupan, taat dan mencintai Allah.

Ukhti, sengaja ku tulis tips ini sebagai upaya untuk membersihkan hati ini, sungguh hati ini hanya mengharapkan cintaNya semata.

Senin, 06 April 2009

Moga Hari Ini Aku Beruntung

Hari ini aku akan pergi kesuatu tempat semoga aku pulang dengan sebuah keberuntungan. Semoga do'a-do'aku selama ini terjawab. bismillah... akan aku coba.

Minggu, 05 April 2009

Pertemuan Itu

3 April 2008,pertemuan itu. Aku tak tau, mengapa setelah pertemuan itu aku menjadi lebih tenang. aku heran, menggapa aku sedemikian nekat dan berani. padahal aku adalah seorang yang penakut dan pemalu. saat itu, yang terfikir dalam otakku hanya ada satu kata bahwa "masalah ini harus aku selesaikan apapun resikonya". walau bukan sebuah jawaban yang aku minta, walau bukan sebuah harapan yang kuingikan. tapi sebuah ketenangan batin yang ku cari.
aku tau teman-temanku pasti mengatakan bahwa hal tersebut salah, dan gak seharusnya terjadi. tapi yang jelas aku punya alasan tersendiri. Demi sebuah keputusan yang mutlak yang menyangkut masa depanku, demi sebuah hati yang terzolimi. kurelakan walau sedikit berkorban.
aku tak tau apa yang aku lakukan salah atau benar. tapi yang jelas salah menurutku belum tentu salah menurut orang lain dan benar menurutku belum tentu benar menurut orang lain. Hanya Allah yang tau dimana kebenaran itu. aku hanya bisa berusaha seadil mungkin.
hati memang tidak bisa dibohongi....
selamanya ia akan menderita saat ia ditelantarkan....
hanya satu pintaku semoga pertemuan itu adalah solusi dari berbagai masalahku.
Sakit....
Resah....
Penasaran....
gundah...
Benci....
rindu...
sayang....
semua menjadi satu tersimpan dalam hati kecilku akan kenangan masalalu.
Aku Harus Tegar walau Impian tak seindah bayangan.... ("_")

Senin, 02 Maret 2009

AKU

Namaku Dearti. sapaan akrabku k’de. Orang kampungku memanggilku dengan nama Dedek. Terkadang dikampus aku dipanggil Dea. Aku dilahirkan sejak 23 tahun yang lalu disebuah rumah tua kami. Kata ayahku kami pindah kerumah baru sejak aku berusia tiga tahun. Aku dibesarkan dalam kelurga sederhana, tidak terlalu kaya dan tidak juga keluarga miskin. Latar belakang keluargaku juga biasa saja, bukan dari keluarga terpelajar dan bukan juga keluarga jauh dari ilmu. Dalam beragama, keluargaku bukanlah seorang yang panatik dan bukan juga seorang yang liberal.
Kedua orang tuaku adalah seorang petani, ayah dan ibuku adalah pekerja keras. Mereka sangat kompak dalam bekerja. Walau terkadang mereka sering bertengkar tapi mereka tetap akur. Ayahku sangat bijaksana dalam mengambil keputusan. Ia orang yang sangat berani. Sedangkan Ibuku, dalam egonya ia sering mengalah terhadap keputusan yang diambil ayahku. Ibuku sangat pandai memasak.
Kakakku punya sikap keras kepala, tapi dalam hal lain ia begitu pengertian. Adikku yang pertama sangat cerdas dalam berfikir dan bergaul tapi ia sangat peritungan dalam masalah keuangan. Adikku yang kedua, hatinya lembut, suka mengalah tapi ia pemalu. Sedangkan aku, Kata ibuku aku sering merajok/pentong tapi katanya aku rajin bekerja.
Waktu kecil aku sering sakit-sakitan, makanya sekarang tubuhku paling kecil dibanding saudara-saudarku. Aku gak pernah kegemukan walaupun aku banyak makan. Apalagi saat kuliah, ibuku sangat khawatir dengan tubuhku yang kurus. Walau gak kurus-kurus amat.
Sejak kecil kami dibesarkan tidak jauh dari sawah. Panas dan lumpur sudah terbiasa kami hadapi. Bahkan seharian kami sering gak pulang-pulang. Bekerja di sawah sudah terbiasa aku lakukan hingga aku juga terbiasa mencari uang dengan mengharapkan upah dari hasil kerja bermandikan keringat selama setengah hari di sawah.
Dikampung aku punya geng, kini kami sudah terpencar sesuai dengan profesi masing masing, ada yang masih kuliah, ada yang bekerja ke malaysia, ada yang sudah menikah, ada yang bekerja dikampung, dan ada juga yang sudah punya anak. Teman-temanku ini telah banyak memberikan pengalaman untukku. Pengalaman baik maupun buruk. Bersamanya aku biasa jalan-jalan malam hari, mereka mengajarkan aku berkenalan dengan cowok-cowok dan mengajarkan aku bergaul serta bermasyarakat. Kami sering rekreasi bersama, apalagi saat lebaran, setiap tempat rekseasi terdekat kami kunjungi.
Sejak di SD aku aktif di Pramuka, biasa menjadi pinpinan regu. Aku sering pergi perkemahan ke mana saja. Saat inilah aku suka bermain. Terkadang aku gak pulang kerumah terlebih dahulu. Aku sangat senang mata pelajaran matematika. Ibu gurunya sangat baik hati, aku selalu mendapat nilai tinggi mata pelajaran ini, tapi aku kurang dalam mata pelajaran lainnya.
Saat SMP aku sudah mulai melirik-lirik cowok-cowok ganteng. Aku mulai keluyuran malam minggu, layaknya pemuda-pemudi di desaku. Walau menggunakan sepeda aku berangkat bahkan jalan kaki kami nekat. Aku mengenal pacaran sejak kelas 2 SMP, walau pacaran aku jarang berdua-duaan.
Saat SMA, aku pernah dibilang cewek tomboy, katanya jalanku mirip jalan laki-laki, gak ada lenggak lenggoknya. Kalo beradu otot aku sering menang. Mungkin juga karna saat itu aku tidak mengunakan jilbab.Walau tidak pake jilbab aku rajin sholat. Kata ayahku, mumpung masih muda, masih belum sibuk, rajin-rajinlah sholat. Karna jika sudah punya anak banyak halangan untuk sholat. Ayahku selalu menyuruh kami sholat.
Aku menggunakan jilbab sejak SMA kelas 2, sejak itulah aku ingin belajar lebih anggun. Saat itu aku sangat dekat dengan guru biologi, ia juga pake jilbab, aku tertarik dengan sikapnya. Sungguh anggun, cantik dan perhatian. Ia banyak mengajari aku tentang islam, meminjamkan buku dan majalah islam. Kami sering berdiskusi. Dialah orang yang telah memberikan pencerahan, dorongan dan masukan. Aku selalu dimotivasinya untuk kuliah dan aktif di rohis.
Waktu SD aku bercita-cita menjadi pedagang, saat SMP aku bercita-cita menjadi guru, saat SMA aku bercita-cita menjadi dokter. Tapi waktu kuliah aku bercita-cita menjadi penulis. Walau untuk menjadi seorang penulis tidak semudah yang kubayangkan, tapi aku tetap berusaha semaksimal mungkin. Walau sulit tidak ada kata menyerah untukku.
Kini aku sudah selesai kuliah, namun tidak ada satupun cita-citaku yang tercapai. Mungkin Allah berkehendak lain atas diriku. Aku yakin rekayasa Allah lebih baik dari pada rekayasa manusia. Harapanku sekarang pengennya menikah, sambil meniti karir dan kalo ada kesempatan aku ingin melanjutkan kuliah sekaligus meniti cita-cita yang belum tercapai. Itulah mimpiku, walau sekedar bermimpi, aku yakin jika Allah berkehendak tidak ada yang mustahil baginya.
Orang tuaku sangat berjasa terhadap kehidupanku, sejak kuliah aku bercita-cita membahagiakan mereka. Aku ingin mereka bangga terhadapku. Saat aku wisuda aku melihat senyum keceriaan diwajahnya. Karna aku berhasil menjadi mahasiswa tercepat di jurusan Dakwah dengan nilai yang cukup baik.

Jumat, 20 Februari 2009

Nantikanku Dibatas Waktu

Di kedalaman hatiku
tersembunyi harapan yang suci
tak perlu engkau menyangsikan
lewat kesalihanmu
yang terukir menghiasi dirumu
tak perlu dengan kata-kata
Sungguh walau ku kelu tuk mengungkapkan perasaanku
namun penantianmu pada diriku jangan salahkan
kalau memang kaupilihkan aku
tunggu sampai aku datang
nanti kubawa kau pergi kesurga abadi
kini belumlah saatnya
Aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu


begitulah lirik sebuah lagu dari edkustik voice.

Jika boleh aku menafsirkan

Lirik lagu tersebut menceritakan tentang perjalanan cinta yang tak terbalas antara dua orang insan yang saling menyayangi. tapi kondisi tidak memungkinkan mereka untuk bersama. Ada aturan Islam yang membatasi, ada cita-cita yang belum tercapai dan ada amanah yang belum terselesaikan. Seorang ikhwan yang ingin ditunggu hingga batas yang belum pasti. Waktu yang belum tahu kapan akan berakhir.

Jika boleh aku berkomentar,

kasian akhwat yang harus menunggu, sebuah penantian panjang. bukankah menunggu itu suatu perbuatan yang membosankan. Seorang ikhwan yang menjanjikan untuk segera membawanya pergi entah kapan. Mengapa Harus di Janjikan??? toh belum tentu jodoh ya kan? gimana kalo ikhwannya tiba-tiba membatalkan?

Suatu yang bisa dibanggakan

Lirik dan vidionya bagus. Menggambarkan hati kebanyakan ikhwan. terkadang akhwat juga merasakan keberadaan kondisi tersebut. yah emang Fitrahnya manusia untuk saling menyukai.

Aku Mencintai Seorang Pria


Hari berganti hari, minggu silih berganti dan bulanpun berlalu, saat aku mengenalnya hingga sekarang saat aku takut jauh darinya. Awal berjumpa ia hanya biasa saja, tidak terlihat suatu yang istimewa darinya. Hari-hari berlalu tampa kusadari, sebuah nama telah terukir rapi dalam hatiku. Aku tidak tahu sejak kapan ia mulai hadir menorehkan susunan hurup dihatiku. Sebuah nama yang tidak pernah aku kehendaki. Yang tidak pernah izin bersemi dalam lubuk hatiku dan mengambil bagian didalamnya. Ia hadir sendirinya tanpa ku minta.

Berada didekatnya memberikan ketenangan bagiku, tatapan matanya membuat aku tersipu-sipu. Tutur katanya membuat aku tergoda. Senyumannya semakin membuat aku tergila-gila. Hari-hari terasa sepi tanpa hiasan sms darinya di HP ku. Malamku terasa indah dengan Alaram tahajud olehnya.

Wahai hati, maafkan aku yang telah dzolim padamu. Aku tidak pantas menghadirkan ia melekat dalam hatiku, karna ia bukan hak priogratifku. Ia milik semua orang. Ia belum berhak untuk kucintai. Wahai hati, bukan maksudku untuk menyimpan cinta untuknya, tapi aku menyadari kelemahanku yang tidak bisa tegas pada rasa simpati ku padanya.

Aku tahu, aku gak boleh mencintainya, dan ia juga gak boleh mencintaiku. Tidak ada kata pacaran sebelum menikah dalam Islam. Aku mencoba menghilangkan ia dalam memori di hatiku. Tapi aku tak pernah berhasil, aku terlalu sayang untuk mendelete namanya dalam hatiku. Ia terlalu berkesan dalam sebuah kenangan masa laluku. Ia begitu sempurna di mataku. Walau sebenarnya banyak yang lebih sempurna.

Cintaku muncul dari sebuah kebencian, kebencian yang teramat menyakitkan. Aku heran pada hati ini, walau hati ini sudah sering dikecawakan olehnya tapi mengapa hati ini gak pernah kapok untuk berhenti, dan menghentikan semuanya. Mengapa ia harus hadir tapi dengan membawa pilu untuk menahan.

Aku gak tau apa maksud Allah yang telah menghadirkan ia dalam hatiku. Apakah ini ujian agar aku tetap menjaga hati. Seperti teman-temanku menjaga hatinya. Aku tau aku tidak boleh memetik buah yang belum matang, setelah sekian lama aku rawat untuk memetiknya dalam keadaan yang siap untuk dipetik.

Demi kebersihan hati, aku harus berusaha mendeletenya dalam memori hatiku, walau itu sulit, tapi aku harus tetap berusaha. Memori hatiku memang belum bisa didelete, tapi memori di HP ku, namanya sudah kudelet habis. Sehingga aku tidak mudah tergoda untuk dengan mudahnya untuk menghubunginya.

Sebelum kami melangkah lebih jauh, sebelum ada kata kecewa dan terluka. Lebih baik aku menghentikan semua sampai disini. Aku tahu interaksi kami sudah terlalu jauh.

Ya Allah, salah kah aku yang telah mencintainya, salahkah aku ketika aku tampa sengaja ia hadir dalam hatiku.
Kalo memang berjodoh, suatu hari nanti pasti dipersatukan. Tapi kalo emang tidak mengapa harus bersakit-sakitan dengan memendam rasa. Allah maha tahu atas semua yang terbaik bagi kami.


Ttd


UMI

Jumat, 13 Februari 2009

Susah Senang Bekerja

Senin-sabtu, hari-hari aku lewati untuk bekerja di kantor tempat aku bekerja. pergi jam 07.30 dan pulang jam 14.oo. begitulah rutinitasku setiap hari.pergi dengan semangat dan harapan dan pulang terkadang sangat kecapean.

susah senang sudah kualami, saat susah aku merasa gak betah untuk bekerja.ingin rasanya segera kabur dari sini. saat senang rasanya aku .

Jumat, 06 Februari 2009

Jatuh Cinta

Jatuh cinta, siapasih yang tidak pernah jatuh cinta. Jatuh cinta adalah fitrah seorang manusia baik laki-laki maupun perempuan. Jangan mengaku normal jika belum pernah jatuh cinta. tapi kalo masih kecil sih wajar maksudku kalo umur sudah cukup dewasa. walaupun seorang itu anti lawan jenis. yah namanya jatuh cinta itu tiba tanpa diminta.

jatuh cinta bisa saja terjadi dengan tetangga, teman sekolah, teman kerja, teman kuliah, teman dalam organisasi, teman chating dan temanlainnya. walau hanya dengan mendengengar suara saja kita bisa jatuh cinta.

kata orang jatuh cita itu indah, jatuh cinta membuat kita bahagia, jatuh cinta dapat membuat bersemangat/ termotivasi dan jatuh cinta bisa bikin orang senyum sendiri.

tapi sayang jatuh cinta bagiku begitu menyakitkan. bagai mana tidak!!! setiap saat kita ingat dia, setiap waktu mikirin dia, jika tak melihatnya rasa gundah, jika ia berinteraksi dengan cewek lain jadi cemburu, jika dipandangnya kita jadi salah tingkah, belajar tidak konsentrasi, kalo menghafal susah untuk mengingat. yah belum tentu orang yang kita pikirkan juga memikirkan kita. rugi deh pokoknya. kita bisa dibuat sengsara.

Pernah aku jatuh cinta dengan seorang pria. padahal aku tipe cewek yang tidak mudah jatuh cinta. Hubungan dua hati antara cewek-cowok (pacaran) sangat bertentangan dengan batin sendiri, seharusnya aku tidak boleh jatuh cinta dengannya. Ia bukan kriteriaku. tapi yang namanya cinta itu emang buta. padahal aku tau keburukannya, aku tau bahwa kami tadak mungkin bisa akur, dan aku tau dia lebih muda dariku. dan aku tau aku sudah dzolim dengan hatiku. aku juga tau tidak ada pacaran kecuali setelah menikah. tapi .......... bagaimanapun aku menipu hatiku dengan keburukan-keburukannya, mengapa aku tetap jatuh cinta. semangkin aku berusaha untuk membencinya semangkin sakit hatiku luka dengan rasa cinta padanya. sakit dan benar benar sakit.

waktu berjalan terasa lama. gejolak dalam hati semangkin membara. ada pertentangan batin, antara nafsu dan agama.

sebuah kebahagian yang semu, apalagi saat si dia begitu perhatian dan memberikan puji-pujian. wah rasanya melambung ke angkasa. pernah suatu ketika ia sms dengan kata-kata cinta. sungguh tidak kusangka ia juga merasakan hal yang sama. itu sih penafsiranku, aku tidak tau hal yang sebenarnya. kami tak pernah saling terbuka. kami saling memahami posisi masing-masing. ia tau aku tak mungkin menerima cinta seorang cowok dengan begitu mudahnya. kami tidak pernah saling mengungkapkan. walau hati ini sakit, tapi aku tetap menahan diri untuk menjaga sikap seperti tidak pernah ada rasa dihati.

kenapa demikian???

ya jawabannya karna jatuh cinta yang aku alami sangat berlebihan, dan jatuh cinta yang aku alami bukan semata karna Allah tapi karna nafsu duniawi. dan jatuh cintaku adalah jatuh cinta yang belum halal. beda halnya kalo jatuh cinta dengan suami atau istri. itu sih wajib dan malah membawa ketenangan. (^_^)

ya, gitu deh rasanya jatuh cinta yang tidak halal. indahnya hanya sedikit tapi deritanya banyak.
mau tau siapa orangnya yang telah membuat aku jatuh cinta???
Ya, yang jelas ia seorang pria yang sangat sederhana dan begitu perhatian pada seorang wanita. ia teman kuliahku. kami setiap hari bertemu, bergurau dan mengerjakan tugas bersama. kebetulan saja pernah satu kelompok membuat makalah.

Aku kapok untuk cepat jatuh cinta. tapi aku bersyukur karna hanya sampai jatuh cinta belum pernah putus cinta, kalopun terjadi apa jadinya. takut deh .............

Ayo teman2, anda pernah jatuh cinta, berikan komentarnya.

Surat Cinta Buat Bunda 2

Pontianak, 14 Februari 2009

Assalamualaikum wr. Wb

Apa kabar bunda? Semoga bunda sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Nanda disini sehat dan tak kurang satu apapun.
Bunda sayang, empat tahun sudah aku berada merantau di kota ini. Sungguh nanda merasa ini adalah perjalanan yang panjang. Hidup jauh dari bunda adalah suatu yang sangat berat nanda rasakan. Dimana nanda tidak bisa lagi menangis dipelukanbunda saat nanda sedih. nanda juga tidak bisa mencicipi masakan bunda yang enak, tidak melihat senyum tulus bunda yang selalu menyejukkan hati nanda. Walau demikian nanda tetap akan berusaha tegar demi sebuah cita-cita bersama antara bunda dan nanda untuk menyelasaikan pendidikan strata satu. nanda ikhlaskan semua untuk membahagiakan bunda.

Bunda yang nanda kagumi. Betapa jasa-jasa bunda tak terbalas. Sejak dalam kandungan bunda selalu menjaga dan mendidikku, bunda tak pernah mengeluh walau harus mengorbankan segalanya. Masih teringat oleh nanda saat nanda kecil dan bermain di tepi sungai, nanda menginjak sebuah kayu jembatan yang sudah keropos dan nanda terjatuh dalam sungai di depan rumah kita. Nanda tau saat itu bunda langsung teriak dan terjun kesungai untuk menolong nanda yang sudah tenggelam di air yang dalam. Padahal saat itu bunda sudah siap-siap akan berangkat keluar kota dengan pakaian yang sudah rapi. Bunda langsung membatalkan kepergian bunda.

Bunda lewat surat ini nanda ingin mengatakan isi hati nanda yang selama ini tidak sempat terucap. Satu kata yang sudah lama ingin nanda katakan tapi lidah nanda begitu kelu untuk mengatakan secara langsung. Nanda dari hati yang paling dalam nanda ingin mengatakan bahwa nanda mencintai bunda lebih dari rasa cintanya nanda pada diri sendiri.

Bunda belahan hati nanda, sejak kecil nanda selalu membebani bunda. Terkadang nanda menyakiti dan membantah bunda. Maaf kan nanda yang telah berbuat tidak adil terhadap segala kebaikan bunda.
Bunda dihari kasih sayang ini, disaat orang mencurahkan kasih sayang pada pasangannya. Nanda memilih bunda sebagai orang yang nanda sayangi melebihi sayang seorang pemuda kepada seorang kekasihnya. Percayalah bunda sayang nanda tidak hanya satu hari ini tapi sayang nanda adalah sayang untuk selamanya. Bunda, sungguh ikatan cinta diantara kita adalah ikatan cinta yang abadi. Ikatan cinta yang tidak pernah mengenal kata putus. Yang akan selalu bertambah seiring bertambahnya waktu.
Demikian surat ini surat ini nanda buat dengan sepenuh hati untuk bundaku seorang. Semoga Allah senantiasa menjaga dan mencintai bunda.

Anakmu yang mencintaimu


Dearti

Rabu, 04 Februari 2009

Cerpen "Ajakan Nikah"


sepinya malam ini, seperti sepinya hatiku. dingin malam ini tak mampu mengantarku memejamkan mata tuk istirahat sejenak. hanya HP Nokia 1100 ini yang bisa menghiburku.

“Askum. Asmadi aku ada di rumah sekarang besok aku pulang ke Pontianak lagi. terimakasih atas persahabatan kamu selama ini, maaf aku ndak bisa berkunjung ketempat mu.”
Ku kirim sms dengan harapan aswin juga tau bahwa aku ada dirumah. Asmadi adalah teman dekat Aswin.
Aku pulang untuk mengambil data penelitian skripsiku.
“Kok baru bilang, mau aku bilag pada aswin ndak?”
“Ngak usah aja, win sibuk, aku ndak mau ganggu dia”
“Benar ni, kamu ndak nyesalkah” balas Asmadi dengan guraunya.
“Endak, buat apa nyesal, aku ndak suka cowok rewel kayak dia, emang dia siapa?”
Aswin dan Asmadi adalah sahabatku saat SMP dulu, saat itu aku memang suka sama Aswin, tapi sekarang aku sudah pake jilbab,aku sudah dibilang teman-teman sebagai akhwat. aku sudah kuliah. menyukainya hanya kenangan masa jahiliahku. sekarang aku hanya mengenal pacaran setelah menikah. dulu aku memang suka kenalan dengan cowok-cowok dan mengkoleksi pacar. sekarang ndak lagi.
Baru-baru ini Aswin dan Asmadi muncul lagi saat aku hampir selesai kuliah. saat aku ingin berubah sedikit-demi sedikit menjalankan syariat Islam.
15 menit setelah sms ku yang terakhir tiba-tiba ada suara motor berhenti di depan rumah, dan langsung menuju rumahku, ndaktau siapa?
“Assalamualaikum”
“Waalaikum salam”
“Bapakku keluar, pak ada Dedek?”tanya Aswin
“Eh Aswin, masuklah. Dedek ada didapur lagi masak”
Ayah ku memang sudah mengenal aswin sejak aku belum kuliah ketika itu.
Ya Allah ada aswin, mau ngapa dia kesini.siapa yang ngasi tau aku ada di rumah. gumamku dalam hati
sengaja aku ndak keluar menghampirinya karna aku lagi marah dengan smsnya sebulan yang lalu. siapa yang ndak marah dan kesal dengan sms orang yang menyamar sebagai sahabat kuliahku. padahal aku tak mengenal nama yang dipalsukannya. Apalagi saat dia bilang aku wanita murahan. wanita mana yang nggak marah. emang sih aku yang mulakan karna memang aku sangat jengkel dengan orang yang sms bertele-tele tampa status akhirnya aku bilang manusia bertopeng.
ayahku memanggil aku ke dapur dan menghampiriku.
“Dek tamu tang dak dikeluarin?
“Malas aku mau jumpa, bilang aja aku ndak mau ketemu!!!
“Orang udah datang jauh-jauh, masak ndak mau ditemui”
Aku langsung menggunakan jilbab dan mendatanginya sambil membawa air teh dan kue.
aku senyum dan mempersilakan ia minum.
Hatiku berdebar, apa gerangan yang akan terjadi. dengan wajah masam dia di depanku.
Suasana hening, ia memandangku dengan pandangan marah, aku hanya diam.
5 menit kami saling diam.
tit-tit-tit-tit HP ku berbunyi diatas meja tamu, dan langsung kubaca smsnya
“Maaf dek Aswin tadi ada di rumahku saat kamu sms dan dia menanyakan siapa yang sms. masa aku mau bohong, dan akhirnya ia membuka sms mu. Maaf aku ndak sengaja”
Langsung ia mengambil hp ku dan membaca smsnya.
dan
“Brokk”… suara HP dilempar.
Ia lemparkan disampingku dan mengenai tanganku
Aku hanya diam…….
“Puas kamu” kata Aswin dengan mukanya yang merah, suaranya yang kasar
“Apa ya yang puas” kataku santai
Puas dengan permainanmu, puas telah membuat aku jengkel, bangga karna bisa membuat hatiku sakit, kamu pulang ndak beri kabar kepadaku, hanya ke asmadi, puas dah punya banyak cowok di kampus. sejak kapan kalian jadian.
Ya allah, orang ni ternyata masih perhatian padaku. Dari mana ia mengetahui tentangku, padahal aku sms dia biasa-biasa saja. aku menganggap dia hanya sebagai kawan dan tak lebih dari itu. apa yang salah terhadap smsku sehingga marah seperti ini. apakah ia ambil hati terhadap sms gurauku. kok bisa berkesimpulan seperti itu sih dia.
Emang sih dulu aku suka dia tapi kan sekarang udah berubah aku suka dia hanya sebatas teman. Teman lama yang kini bertemu kembali. Aku tak pernah beniat akan meluluhkan hatinya, apalagi menyakitinya. Astagfirullah. apakah aku kini juga telah jatuh cinta. Seminngu ini memang selalu teringat dia. aku merasa rindu kalo dia lama tidak SMS pada ku. Setiap hari kami selalu sms-an. hatiku senang bercampur takut. Inikah yang dikatakan dengan jatuh cinta.
Aku berdiri dan menghampiri pintu.
“sebaiknya kamu pulang, aku tak mau bertemu denganmu hanya untuk bertengkar. Aku pulang bukan untuk kamu”. aku marah dengannya karna sikapnya yang tidak sopan kepadaku. aku tau kalo dilanjutkan akan terjadi pertengkaran antara kami.
Sebelumnya kami memang sering sms-an, dan ia suka marah-marah dan merajok denganku, cemburu dengan teman-temanku. aku sebenarnya juga ndak suka dengan sikap dia yang berlebihan perhatiannya.
Ia berdiri menghampiriku dan langsung keluar dari pintu. sebelum memutuskan pulang ia memanggilku.
“ Dek sini sebentar ada yang ingin aku sampaikan!
Aku mendekat sedikit dengan ragu-ragu dan iapun mendekat juga dengan aku.
“Plak”, mukaku ditampar
“ Kamu cewek murahan. ku kira kamu beda ternyata sama saja dengan cewek-cewek yang lain”.
air mataku jatuh tak tertahan, berat rasanya aku harus membiarkan luapan perasaanku, sakit di wajjahku tidak seberapa tapi sakit dihatiku luar biasa. Aku memang tidak bisa membalas tamparannya, karna ku tau hal tersebut hanya akan memperpanas suasana dan kutau haram hukumnya menyentuh orang yang lawan jenis dan bukan muhrim.
Ia melihatku dengan tatapan tajam dan memperhatikan responku. mungkin dia mengira aku akan membalasnya.
“Cukup ini saja yang ingin kamu sampaikan. kalo sudah selesai pulang aja. aku muak liat kamu. sekarang kamu puas bukan?”
Aku tidak berfikir untuk melakukan apa-apa, sebisanya aku mengendalikan hatiku, aku sangat merasa berdosa karena hal ini sepantasnya tidak layak terjadi pada seorang akhwat. aku malu, malu pada diriku dan malu pada Tuhanku.
“Ya aku puas tapi sebelum aku pulang, kamu jawab pertanyaanku!
“Siapa Sapto?”
“Teman”
“Bohong?”
aku diam
“Ia pacarmu bukan? kemaren aku ada sms ke dia dan ia bilang kamu pacarnya”.
“Mengapa kamu ndak balas SMS ku?”
“ aku lagi ndak ada fulsa”.
“Bohong?”
“ Kalo untuk SMS Asmadi ada fulsa ya”.
“Mengapa kamu pulang tidak mengabarkan kepada ku, kamu bilang udah pulang lama dan besok kamu akan pulang Pontianak?
“Aku berbohong dengannya”.
“ Mengapa kamu berbohong?”
“Karena………”
“Karna kamu suka bohong, cukuplah sudah kebohonganmu semua. saya rasa udah jelas semua, sebaiknya kita jangan berhubungan lagi…………”
“Sebelum kita tidak berhubungan lagi izinkan aku berbicara sebentar, menjelaskan sebenarnya.” pintaku padanya
“ Persahabatan yang telah kita jalin sejak SMP kini harius kita akhiri hanya karena kesalahan kecil. Sapto adalah pria yang ku kenal pertama sekali ketika aku baru saja di pontianak, aku banyak berhutang budi padanya, kami satu kelompok OSPEK, tapi kami tidak pacaran, kemaren aku yang nyuruh dia mengaku sebagai pacarku, aku ingin kamu tidak berharap padaku, dan juga saat itu aku sangat membencimu. Aku baru beli pulsa malam ini, jadi SMS kamu tidak aku balas saat itu. Sebenarnya aku baru datang tadi pagi dan akan pulang seminggu lagi.”
“Ok kalo kamu ingin kita tidak berhubungan lagi. aku setuju. aku sudak capek berteman denganmu.”
“Sekarang kamu boleh pulang.”
Dia terdiam, dan duduk ditangga teras rumah.
akupun duduk di dekatnya tapi agak jauh.
mungkin 10 menit kami saling diam.
“maafkan aku……….”katanya pelan
Dia mendekati aku, pipiku hampir di pegangnya. Aku cepat menghindar.
“Gimana pipimu masih sakitkah?”.
Pipiku merah bekas tamparan tangannya.
“Kalo kamu ingin membalas tampar aja aku sekarang, aku siap”.
Diambilkan saputangannya dan ingn mengapus air mataku.
aku mengambil sapu tangannya dan menghapus air mataku sendiri.
“ Sengaja aku pulang ke Indonesia karna ada masalah keluarga. Aku ada bawa oleh-oleh untukmu sengaja aku bawa dari sana khusus untukmu”.
diambilnya kado dalam plasstik yang ada di motornya dan diserahkannya pada ku,
“di dalamnya ada surat untukmu, kamu baca ya”
“makan yo’”
“kita ajak Aswin aja ya.” ia mengusulkan untuk mengajak adikku yang namanya juga Aswin.
“Ndak aku udah kenyang”.
“aku belum makan dan lapar banget sekarang”
“kamu harus nemankan aku malam ini. Karena kalo kamu tak maafkan aku mungkin malam ini malam terakhir kiata berjumpa.”
Aku mengikuti permintaannya, kami pergi kekantin dekat rumahku sambil berjalan kaki dengan adikku yang kelas tiga. aku tak tau mengapa malam ini aku mengikuti permintaannya. Dalam sebulan ini aku memang lagi lemah iman.
Aku hanya diam, kubiarkan dia bercerita. Ia bercerita tentang pengalamannya ketika berada di Malaysia tempat ia berkerja.
Makanan pun dipesan dan kami makan bersama-sama. Hampir satu jam kami makan sambil ngobrol.
“Besok jalan yo’. Kita ke pantai samudra indah”
“Maaf aku ndak bisa”.
“Mengapa?”
“Aku sibuk”
“Oh……”
“Yok pulang”
Ia merapikan bekas makan kami dan membayar makanan yang telah kami makan.
kami pulang sama-sama. ketika di jalan aku ditelpon Sapto.
“waalaikum salam, aku lagi di jalan habis makan.
mungkin minggu ini,
coba kamu clining dulu kemudian kamu cek warnanya udah sempurna blm.
ok, waalaikum salam”
“sapto menelponku”, kulihat wajah cemberut mulai berkeliaran di wajah Aswin.“Sapto nelpon menayakan masalah computer”.
“Sapto lagi-Sapto lagi”“Emang salahke kalo aku berteman”
“Endak sih, mengapa hanya Sapto temanmu, ndak ada yang lain kah?”
sampai dirumah.
“Aku pulang dulu ya”
“Udah larut malam”
“Oya kalo kamu besok ndak sibuk kita jalan ke pantai ya?”
dia langsung menyetir motor dan dengan berat hati ia pulang
“Slamat malam, semoga mimpi indah, Assalamualaikum.”
“Waalaikum salam”
“As.selamat malam, besok aku tidak bisa mengikuti ajakanmu, walaupun besok aku ada waktu, tapi aku tetap tidak bisa menemankan kamu. Karna sepengetahuanku dalam Mengkaji islam, kita dilarang bersentuhan, berdua-duaan, bergoncengan, pacaran, melihatkan aurat dengan non muhrin, itu semua hanya boleh dilakukan dengan suami dan muhrimnya. sedangkan kita non muhrim. semoga kamu paham maksudd aku”.
ku kirim sms tersebut dan dibalasnya
“aku paham maksud kamu.”
Seminggu setelah itu ia sms.
“Dek setelah ku pikir aku ingin melamar kamu dan ingin menikah dennganmu, aku tertarik dengan konsep Islam yang kamu pegang, aku ingin hidup dibawah naungan islam yang kaffah dan ingin bersama istri yang solehah. Sudikah kamu menerima lamaranku………”

Surat Cinta Buat Bundaku


Assalamualaikum Wr.wb

Bagaimana kabarmu hari ini bundaku sayang, moga sehat wal afiaat seperti biasa. Anakmu disini sangat merindukanmu. Kini aku merasakan betapa sedihnya hidup jauh darimu. Demi cita-citaku dan cita-cita bunda kujalani semua dengan ikhlas.

Bunda ku sayang, tidak terasa sudah 23 tahun aku lahir dibumi ini. kuterlahir atas perjuanganmu menahan semua sakit yang bunda rasakan sejak awal kehadiranku dalam rahimmu sampai aku terlahir keduania. Dengan kasih sayang, perhatian dan ketulusanmulah aku tumbuh menjadi manusia sempurna saat ini. Sepanjang hidup aku merasakan cinta dan do’a bunda yang terbukti menjadi energi tak terbatas yang tak pernah kehabisan cahaya dalam setiap langkah dan gerakku. dengan didikanmu aku menjadi tegar, dengan doamu aku menjadi kuat dan dengan pengorbananmu aku menjadi optimis menghdapi masa depanku.

Bundaku sayang, kini aku beranjak dewasa, tapi cintamu tak pernah berkurang sedikitpun untukku. Walau aku sering membantahmu, walau aku sering melukaimu. Tapi mengapa aku tetap dihatimu. Bunda, betapa lembut hatimu selembut tiupan angin ditepi pantai.

Bundaku yang tercinta, sebentar lagi aku akan menikah, itu berarti kita akan terpisah oleh jarak, karna calon suamiku memintaku tinggal didaerahnya yang jauh dari kota kita. Bundaku sayang, belum sempat aku membalas jasa-jasamu, tapi aku harus kembali pergi meninggalkanmu. Semestinya aku tidak menginginkan perpisahan ini. tapi demi kebahagianku, bunda rela melepaskanku.
Maafkan aku bundaku sayang.
Bunda betapa jasa-jasamu tak dapat ku balas, engkau telah mendidikku hingga kini aku menjadi begitu berharga dalam hidupmu. Masih melekat dalam ingatanku akan janjimu untuk menyekolahkanku sampai aku sarjana. Kini aku sudah sarjana dan hanya itu hadiah yang bisa kuberikan saat ini. Hanya itu yang bisa kuberikan atas cita-citamu untuk kebaikan masa drpanku. Semuanya kulakukan karna cintaku padamu. Engkau telah banyak berkorban untukku tiada hingga. Do’amu tulus yang tiada henti dan perhatianmu yang tiada ujung. Engkaulah wanita terhormat dan berhati mulia.

Maafkan aku bundaku, terkadang lidah ini kelu untuk berkata bahwa aku mencintaimu. Maafkan aku karna sering menyakitimu, aku hanya pandai meminta tanpa peduli dengan hatimu. Sekali lagi maafkan aku bunda.

Bunda hanya lewat surat dan tetesan air mata ini yang dapat menjadi saksi bahwa aku mencintaimu, Bunda engkaulah malaikat yang menyegarkan rumah dan menebarkan kehangatan dalam hatiku. Matamu memancarkan cahaya cinta dan kasih sayang yang tidak pernah aku dapatkan diluar sana.

Sekian surat ini aku buat, kuberharap bunda sehat selalu, kuberharap suatu hari nanti aku berharap engkau bisa tersenyum dengan keberhasilanku mencapai cita-citaku yang begitu bunda harapkan dariku.


Wasalamualaikum Wr. Wb.



Anakmu yang mencintaimu


Dearti

Rabu, 28 Januari 2009

PENGALAMAN PENELITIAN KU

Oleh : Dearti

1. Pendahuluan
Dalam tulisan ini saya menceritakan pengalaman pribadi selama proses penelitian berlangsung dan memaparkan hasil dari penelitian yang telah saya lakukan. Ada pengalaman-pengalaman saat proses penelitian seperti pada saat wawancara, observasi langsung, menemui tokoh masnyarakat dan pengalaman lainnya. Dalam tulisan ini juga akan diulas sedikit mengenai proses pernikahan Melayu Sambas dari awal hingga akhir acara dan perpaduan Islam dan budaya lokal yang terdapat dalam pernikahan Melayu Sambas.
Pengalaman ini ditulis dengan harapan sebagai bekal para pembaca untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan dalam penelitian.

2. Gambaran Penelitian
Penelitian ini adalah tentang Islam dan Budaya Lokal (studi atas pernikahan menurut adat Sambas di desa Sungai Kelambu kecamatan Tebas kabupaten Sambas). Yang dilaksanakan pada bulan Desember 2007 sampai dengan Mei 2008 di desa Sungai Kelambu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosesi pernikahan Melayu Sambas di desa Sungai Kelambu Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas dan mengetahui perpaduan Islam dan budaya local yang terdapat didalamnya. Islam dan budaya lokal adalah suatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat, karena Islam hadir dalam masyarakat yang telah mempunyai budaya dan ia hadir sebagai pelengkap dari kehidupan manusia.
Terkadang kita sulit memisahkan antara aturan Islam dan budaya. Tidak semua budaya sesuai dengan ajaran Islam dan harus kita ikuti. Dan tidak selamanya budaya bertentangan dengan Islam sehingga harus kita jauhi. Dalam Sebuah hadis disebutkan bahwa semua ibadah yang tidak diajarkan dalam islam akan tertolak. Disinilah pentingnya kita mengetahui budaya yang seperti apa yang tidak pantas untuk diikuti oleh muslim yang dapat mengakibatkan penyimpangan akidah. Bagaimana kita menghadapi budaya agar sejalur dengan agama.
Dari penelitian yang dilakukan saya menyimpulkan bahwa pernikahan Melayu Sambas terdiri dari:
a. Prosesi Acara Persiapan Upacara Pernikahan Malayu Sambas
Prosesi acara persiapan upacara pernikahan Melayu Sambas dimulai dengan melamar. Apabila lamaran diterima maka akan sekaligus mencikram dengan memberikan barang cikram sebagai tanda sudah dilamarnya seseorang. Setelah beberapa waktu maka akan ada antar barang kemudian menjelang upacara pernikahan disiapkan juga kepanitiaan dengan mengumpulkan warga yang disebut dengan bapadu nyarok, dalam bepadu nyarok tersebut disepakati waktu mendirikan tarup. Tidak lupa bagi mempelai perempuan akan dilaksanakan bepalam yang terdiri dari, belangger, bekasai, beinnai dan betangas.
b. Prosesi Acara inti upacara pernikahan Melayu Sambas
Inti dari proses pernikahan Melayu Sambas dilaksanakam selama 2 hari biasanya dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu. Hari pertama disebut dengan hari motong/ kecil sedangkan hari ke dua disebut dengan hari besar. Malam hari sebelum hari besar maka dilaksanakan akad nikah dan pulang memulangkan. Pada hari besar ini ada acara yang disebut dengan dzikir nazam, belarak dan makan damai.
c. Perpaduan antara budaya lokal dengan Islam dalam upacara pernikahan adat Sambas.
Perpaduan Islam dan budaya lokal dapat kita temukan dalam acara melamar, mencikram, akad nikah, pulang memulangkan, dzikir nazam. Secara hukum masarakat Sambas menggunakan syariat Islam tapi dalam tatacara pelaksanaan mereka menggunakan budaya yang sudah mentradisi.

3. Pengalaman yang Berkaitan
Banyak pengalaman yang saya dapatkan dalam penelitian ini. Dibawah ini akan saya bahas pengalaman-pengalaman itu.
Observasi Langsung
Melaksanakan observasi langsung dalam acara pernikahan mempunyai kesan yang sangat berbeda dengan penelitian lainnya. Terutama masalah perasaan. Yang jelas ada rasa bahagia saat melihat seluruh keluarga mempelai bahagia. Ada juga rasa iri melihat kedua mempelai yang begitu mesra di depan kita, saat besanding, saat mereka makan damai, saat berfoto-foto.
Semua kesempatan strategis yang bisa peneliti ikut berpartisipasi, saya lakukan. Seperti menjadi pendamping mempelai wanita (ma’innang) saat akad nikah, pulang memulangkan dan arak-arakan.
Peneliti tidak meninggalkan satupun dari setiap aktivitas dalam pernikahan. Saat observasi sengaja peneliti membawa kamera digital sebagai arsip penelitian. Wah ternyata masyarakat sangat senang jika di foto. Terutama anak-anak dan ibu-ibu. Anak-anak jika melihat saya memegang kamera mereka minta difoto, baik secara individu maupun kelompok. Saat di foto, mereka pasang aksi has anak-anak. Di wajahnya tampak senyum kebahagian. Terkadang mereka mengikuti hingga saya berbaik hati untuk memfoto mereka. Saat saya menjenguk kedapur menemui ibu-ibu yang sedang masak, saya mengambil gambar seperlunya untuk dokumentasi. Awalnya saya mengambil satu gambar saja sebagai bahan dalam menggambarkan situasi yang ada didapur, ternyata ibu-ibu mintanya di foto banyak momen, saat mencuci dagin, memotong dagin bahkan ia meminta memotret cucunya sendiri. Hal ini menjadi bekal bagi peneliti untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
Wawancara Narasumber
Setiap narasumber punya karakter yang berbeda. Yang paling mengesankan adalah narasumber yang udah tua. Lain pertanyaan lain yang dijawab. Seperti pada wawancara dengan pelaksana cikram (muhakam laki-laki) saya menanyakan “Saat mencikram kemaren, apa saja barang-barang yang di bawa?” di jawab biasanya sereh pinang, selendang, kaing potongan dan kerudung. Atau bise juak kain potongan dan selendang jak”. Sebenarnya maksud peneliti adalah pada saat pencikraman yang dilakukannya pada pernikahan yang saya teliti. Dari awal sebenarnya sudah saya jelaskan bahwa penelitian yang saya lakukan adalah pada pasangan tersebut dan pertanyaan yang akan saya ajukan berkisar pernikahan itu bukan pada pernikahan secara umum. Dari pertanyaan yang diajukan sebagian besar di jawab dengan jawaban secara umun dan pernikahan lainnya. Setelah peneliti menjelaskan kembali maksud peneliti. Ia tampak mengingat-ingat dan akhirnya iya mengatakana bahwa ia sudah lupa.
Ada juga narasumber yang sulit berkata jujur apa adanya dan tertutup. Terutama yang berhubungan dengan barang. Seperti saat saya menanyakan jumlah uang yang diterima mempelai dari antar barang. ”k’ waktu antar barang berapa jumlah uang yang diberikan dan untuk apa uang itu dibelanjakan” jawabnya ” ya, cukuplah untuk membantu resepsi nanti. Uang itu untuk kaka’ beli kasur dan biaya pernikahan” Kemudian saya bertanya kembali “ apa saja barang-barang yang diberikan oleh mempelai laki-laki. Jawabnya “ sama seperti umumnya, ada barang-barang kosmetik, handuk. “Apa lagi k’” tanya saya, ia jawab “ndak usah terlalu rincilah, nanti ndak ditanya seperti itu kok oleh dosen kamu. bilang aja yang umumnye, semuanye same dengan pernikahan kakak kamu”. Sepertinya jawaban yang diberikan enggan untuk dikatakan dan saya pun tidak terlalu memaksa beliau mengatakan apa yang tidak ingin disampaikannya agar suasana wawancara tetap baik, terasa saling nyaman dan tidak merasa tertekan.
Ada juga narasumber yang asik bercerita. Pernah saya merasa bosan karena terlalu lama mendengar cerita darinya. Jawaban yang semestinya tidak sesuai dengan pertanyaan yang saya utarakan. Seperti saat peneliti bertanya masalah proses pernikahan dari awal hingga akhir. Sebenarnya maksud saya hanya secara umum dan pokok-pokoknya saja tapi yang dijelaskan sangat mendetail sampai respon masnyarakat terhadap budaya, ia juga menceritakan masalah budaya yang ada di MABM (Majlis Adat dan Budaya Sambas) dan desa-desa lainnya. Untuk menjaga supaya pertanyaan tidak terlalu menyimpang dan panjang, saya lakukan dengan membuat pertanyan baru. Tanpa harus memotong pembicaraannya dengan cara mendengarkan sejenak kemudian bersiap-siap mengajukan pertanyan di sela pembicaraannya.
Menghadap tokoh masyarakat
pertama sekali saya lakukan adalah menghadap kepala desa. Kalo kepala desa sih menerima dengan senang hati. Yang jelas ia sangat mendukung Penelitian yang saya lakukan. Bahkan ia sudah tahu sebelumnya dari orangtua saya. Ia dengan semangatnya minta hasil penelitian yang akan saya lakukan.
Selain itu saya juga ke kantor camat untuk menambah data penelitian. Mendatangi kantor camat merupakan hal yang baru bagi saya. Dengan semangat penelitian apapun rintangannya saya hadapi. Sebenarnya saya termasuk tipe mahasiswa yang tertutup, sulit bergaul, dan sedikit berbicara. Hal tersebut sangat berpengaruh saat saya menghadap pegawai kecamatan dan tokoh masyarakat. Akibatnya ada masnyarakat terkesan tidak akrab dengan peneliti. Rintangan yang paling kuat adalah menghilangkan rasa malu berhadapan dengan pegawai kecamatan. Saya malu karena dibanyangan saya pegawai kecamatan adalah orang yang super sibuk dan tidak ramah, orang-orang yang berhadapan dengan mereka adalah orang-orang yang terpandang di masyrakat. Untuk mengatasinya saya mulai dengan meyakinkan hati bahwa ” mereka juga manusia, tidak ada yang perlu ditakuti” juga saya sering mengatakan pada diri sendiri ” Apasih yang tidak bisa dan tidak mungkin didunia ini”. Kata-kata motivasi sangatlah penting untuk menumbuhkan keberanian dan keyakinan.

Pengalaman Lainnya
Setelah observasi dan wawancara tentunya harus ada laporan. Menyusun laporan inilah yang berat bagi penulis. Menyusun kata-kata yang baik ternyata tidaklah semudah yang kita bayangkan. Terkadang maksud yang ingin kita sampaikan tidak sama dengan apa yang kita tulis, kesulitan memilih kosakata yang tepat, mengaitkan antar paragrap dan bingung menentukan dari mana akan memulai tulisan.
Belum lagi computer yang suka bermasalah, rusaklah, viruslah, printer henglah. Computer yang saya miliki memang computer lama. Waktu saya membelinya juga sudah seken, saya membelinya tiga tahun yang lalu. Computer Pentium tiga seleron dengan monitor Samsung. Seingat saya selama penelitian computer terserang virus satu kali, virus yang tidak saya kenal tapi yang jelas virus ganas yang jika dia muncul maka computer akan mati dengan sendirinya, pernah juga mainboardnya rusak satu kali, memori kotor satu kali, printer bermasalah tiga kali. Printer tak berfungsi karena sudah banyak ngeprin jadi harus dipormat ulang lagi oleh ahli servis komputer. Pernah juga saat itu ada bagian dalam printer tersebut patah. Sehingga harus diganti alatnya. Wajar sih printer dan computer suka bermasalah karna selain digunakan untuk pribadi saya juga menjadikannya sebagai sumber pemasukan dalam kata lain dijadikan rental computer. Padahal ketika itu perbaikan harus saya serahkan secepatnya. Tapi masalah computer semuanya terhambat. Ih pokoknya macam-macam masalahnya, yang bikin saya jengkel dan pusing.
Pada saat bab 3-5 saya memutuskan minta dibelikan laptop dengan orang tua dan menjual computer tersebut. Dengan perjanjian skripsi selesai tahun 2008. akhirnya laptop dapat saya beli dengan uang penjualan computer, beasiswa bantuan skripsi dan uang dari orang tua. Alasan beli laptop adalah saya sibuk PPL dan jarang dirumah. Saat menyusun skripsi saya juga sibuk organisasi, banyak program dalam organisasi yang harus dilaksanakan. Berhubung saat itu saya masih sebagai pengurus inti dalam salah satu organisasi intra kampus.
Belum lagi penyakit malas yang suka melanda. Kalo udah malas tidak ada obatnya kecuali membangun motivsi awal. Untuk mengatasi masalah kehilangan motivasi biasanya saya ke gramedia membaca buku-buku ringan seperti novel dan majalah. Biasa juga saya pergi kemujahidin sendirian sejak magrib sampai isya, atau sholat zuhur sambil mendengar kajian duhur. Sebagai refresing terkadang saya main games di komputer. Walaupun sebenarnya main games bisa menghilangkan kesuntukan/ lemah semangat tapi ia berakibat buruk jika tidak di manajemen dengan baik. Saking asyiknya kita lupa waktu dan tugas-tugas terbengkalai. Karna permainnan tersebut sangat menyita waktu saya, jadi saya putuskan untuk mendelete semua program permainan yang ada di computer.

4. Diskusi
Penyusunan skripsi/penelitian sebenarnya bukanlah hal yang amat sulit. Hanya saja kita tidak paham tata cara menulis skripsi sehingga kita menjadi bingung. Bingung karna kita tidak mengerti. Menulis skripsi tidak perlu sampai demam, stress, tidak perlu tanpa tidur malam dan tidak perlu pulang kampung dulu untuk mebangun semangat baru. Kesulitan terbesar bukan terletak pada saat terjun kelapangan tapi kesulitan penyusunan terletak pada pribadi penyusun. Apakah ia serius atau tidak dan bagaimana sikap ia menghadapi masalah-masalah dalam penelitian. Kehilangan motivasi adalah hal yang wajar. Tugas kita adalah bagaimana memperbaharui motivasi tersebut sehingga menjadi sebuah komitmen yang akan menjadi penggerak dalam sebuah penelitian.
Dalam menentukan informan kita harus elektif. Penguasaan terhadap permasalahan sangat diutamakan. Walaupun Orang tersebut sudah sangat tua. Informasi dari orang tua sangat kita perlukan apalagi jika meneliti tentang budaya. Sifat pelupa bagi orang tua adalah wajar. Tapi kita banyak dapat informasi yang lebih akurat pada zaman lampau. Informan yang asyik bercerita sehingga jawaban sangat meluas dan menyimpang dari pembahasan harus dapat kita arahkan kembali pada pokok permasalahan.
Dengan adanya kamera dapat menjadi kekuatan kita untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Karna masyarakat desa biasanya sangat senang saat di foto.
Pengalaman observasi sangat mengajarkan kita berbaur dengan masnyarakat. Seluruh aktifitas yang kita lakukan akan menjadi perhatian mereka. Seperti cara kita menyapa, cara kita berjalan, duduk, dan memulai komunikasi.
Pengalaman-pengalaman diatas dapat menjadi tolak ukur sejauh mana kemampuan kita dalam menbangun komunikasi dengan masnyarakat. Hindari sikap-sikap tertutup sehingga menghambat proses penelitian. Pengalaman penelitian akan menjadi pengalaman yang indah untuk dijadikan kenangan.

5. Penutup
Pengalaman penelitian sangat menguntungkan kita. Mendidik keberanian, keterampilan berkomunikasi dengan masyarakat dan belajar dengan masyarakat. Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat.

Lampiran

Jumat, 23 Januari 2009

Pengalaman Ta'aruf

Pengalaman ini pertama sekali ku rasakan. banyak suasana hati yang baru itulah kualami. ada rasa bahagia, bingung, gelisah, sedih, bimbang, yakin, takut, harap, semua itu menjadi satu. ayo seperti apa tu....

Saat itu aku bingung, apakah ini adalah jawaban atas doa-doaku atau hanya ujian. saat berdoa aku selalu memohon padanya untuk disegerakan jodoh yang terbaik untukku. tibalah seorang pria yang ingin serius pada ku. semua telah kami coba untuk menyesuaikan diri masing-masing. banyak perbedaan yang kami miliki. aku bingung apakah pria seperti ini yang aku dambakan. mengapa harus ia yang kini hadir sebagai objek dalam ta'arupan. didepanku betapa banyak rintangan yang harus aku lalui, banyak orang yang tidak menyetujui. tapi aku tetap berfikir positip, aku tidak boleh memberikan jawaban karena kawan-kawan. aku tidak ingin jawaban yang aku berikan akan menjadi sebuah penyesalan.

Akhirnya, kumantapkan hati dengan sholat istiqharah, mohon petunjuk terbaik darinya. pada suatu siang tersepakati bahwa ta'aruf ini harus segera ditindak lanjuti. antara lanjut atau berhenti sampai disini. dan pilihan masih mengambang dengan pending taarup sampai waktu yang ditentukan. senang sekali setelah keputusan itu bulat, tidak ada lagi ketakutan-ketakutan. tidak akan ada lagi taarupan langsung. dan komunikasi seolah terputus.

itulah sedikit gambaran hati saat taarupan, bagai mana kawan-kawanku, apakah anti juga pernah merasakan hal serupa. silakan berikan tanggapan atas hati kecil ini. ayo saling berbagi

Sakitnya Didustai


Saat bahagia kita terkadang lupa akibat dari bahagia yang berlebihan. kita hanya memikirkan alangkah bahagianya jika....... tapi kita terlupa, apakah kebahagian ini akan selamanya??? kita lupa bahwa kebahagian tidak lah berlaku selamanya.

luka dihati tidak selamanya saat putus dalam pacaran. luka sangatlah luas, ada luka karna sebuah janji yang tidak sengaja diingkari. Akibat sebuah kepercayaan yang diberikan pada orang yang sebelumnya kita kenal. ditinggal orang terasayang, hilang perkerjaan dsby


luka dihati hendaknya tidak akan pernah ada jika kita berhati-hati dalam memanajemen dari awal dan antisipasi dari awal.


luka ini akan lebih dalam jika pengorbanan diberikan lebih banyak. apalagi banyak sedikit aja pengorbanan diberikan sudah menjadi hati terluka. mengapa kepercayaan ini dengan mudahnya ku berikan. mengapa harus ada luka dibalik sebuah keikhlasan.


penyesalan tidak akan ada artinya. yang lalu biarlah berlalu, akan aku jadikan sebagai koreksi diri agar lebih berhati-hati dari kecewa yang kedua kali.


dasar hati perempuan, mengapa begitu mudah patah ketika dikhianati. menapa hati perempuan diciptakan begitu lembut dan mudah tersentuh. begitu mudahnya jatuh cinta dan begitu mudahnya terluka.


ku hanya ingin menyakinkan diri ini bahwa apapun cobaan yang allah berikan adalah terbaik untuk kita. tidak ada yang perlu kita khawairkan. luka dihati akan segera pudar dengan berlalunya waktu dan bergantinya kesibukan.

Rabu, 21 Januari 2009

KKL Ku

ni foto, adalah foto teman satu kelompok saat KKL ku kemaren, KKL membuat berbagai pengalaman untukku. mulai dari pengalaman pahit sampai pengalaman manis. disana aku mengenal Rabuan, Yandi, Aman, Saiful, Misdin, Marus, Hendra, Muhlis, Ibnu, Ibu Latifah, P' Idris, Narti, Erni, Retno, Adek, Yudi, ineng, Nurul, Muna, Anggi.

Gara-gara seseorang membuat aku takut untuk ke masjid. aku takut ketemu dengannya. dan ada juga karna seseorang aku bahagia mendatangi masjid. pernah ku berfikir, apasih sebnarnya tujuan aku kemasjid. apakah karna orang lain. emang benar, bahwa hati tidak bisa di ingkari, walau bagai manapun alasan kita mengatakan itu adalah salah, jika dalam hati sudah terbesit ia akan memposisikan diri dengan sendirinya.


ada Yandi dengan gayanya yang ikhwan banget, kadang aku malu sendiri dengan nya. ada hendra yang begitupolosnya, ada Rabuan yang suka mengolok-olokku sampai aku kapok abis. ada bang Man dengan Sosisnya yang murah untuk kami. ada bang ipul yang sibuk bekerja. dan ada bang Misdin yang sangat kami hormati. mengenal kalian begitu berharga bagi ane.

Senin, 19 Januari 2009

Autobiografi

Ayahku bernama Hairani Jar’i. sekarang ia berumur 53 tahun. Walau sudah tua tapi ayahku belum punya uban. Sehari-hari ia berkerja sebagai petani di sawah dan di kebun. Aku mencintainya karna Allah suatu hari nanti aku bercita-cita akan menghajikan dia dari hasil usahaku. Ayahku sangat bijaksana. Cara berpikirnya sangat bijak, tidak menyalahkan. Setiap kali aku pulang kampong aku selalu diantarnya sampai terminal tempat aku naik bis menuju pontianak. Pernah disuatu ketika disaat aku benar-benar rapuh dan kecewa kepada lingkunganku, tapi ayahku tetap membelaku, sehingga aku menangis terharu. Ia adalah orang pertama yang memotivasi aku saat sekolah dan kuliah. Aku sangat beruntung menjadi anaknya. Ia sangat peduli dengan pendidikan kami. Ketika kecil kami selalu diajarkannya menyanyi. Walau lagunya sangat sederhana tapi kenangannya luar biasa. Laguyang diajarkannya biasa burung nuri, kakak tua dan karak-lutong. Biasa dinnyanyikan sebagai pengantar tidur kami. Kami biasa tidur disamping dia dengan berbantalkan tangannya.
Ayah telah mengajarkan aku solat mulai sejak kecil. Ia selalu menyarankan untuk membiasakan solat dari kecil, kalo udah berkeluarga maka akan sulit mau mengerjakannya. Kalo dibiasakan dari kecil maka akan terbiasa ketika sudah besar. My Father Is The Best. Semoga Allah membalas kebaikannya dengan surga Nya nanti.

Ibuku bernama Jaurah, ia lahir sekitar tahun 60 an. Menikah pada umur 21 tahun. Ibuku hatinya sangat lembut ia sangat mudah tersentuh, jika kita bersikap baik maka ia akan lebih mudah tersentuh. Ibuku tidak terlalu banyak komentar terhadap anak-anaknya. Walau secara fisik kami tampak tidak akrab tapi aku tau ibuku sangat sayang kepadaku dan kepada anak-anaknya.
Ibuku biasa ngomel tapi omelennya hanya sebatas mulut, tidak di pendam dalam hati.
Anak-anak nya sangatlah keraas hati. Baik angah, ining, aswin maupun aku tapi ia tak pernah mengeluh.
Aku senang ketika keberangkatanku ke pontianak selalu diantar, ditunggu, diperhatikan sampai byangku tidak kelihatan olehnya, aku merasakan ada kerinduan dan kasih sayangnya saat itu.
Banyak dosa yang telah kuperbuat kepadanya sejak kecil aku suka
Membantahnya. Bertengkar sampai ia menangis. Ia sangat peduli jika anaknya belum makan jika ada acara keluarga.
Ibuku rajin sholat, tapi terkadang ia juga ketinggalan/lalai. Ia biasa sholat malam mendoakan kami, ia tidak bisa tidur nyenyak kalau anaknya sedang dalam perjalanan. Ia sangat prihatin dengan keselamatan anak-anaknya.


nama kakak ku ini adalah Muliati, ia adalah kakakku satu satunya. Ia lahir di sungaikelambu, 17 desember 1982. kini ia telah menikah dan punya anak satu yang bernama Alif. Ia tamatan SMKK. Jurusan Tata boga. Kakakku pandai memasak dan mengurus rumah. Ia sangat memperhatikan penampilan. Walau sudah menikah ia masih tampak gadis.
Kerakternya keras, tapi terkadang ia lembut juga.
Ia pernah kerja di Malaisia selama 3 tahun. Sekarang ia pandai menjahit. 19 agustus 2007 adalah hari pernikahannya dengan abang iparku yang bernama dedi
Aku pernah bertengkar dengan kakak sampai berlinang air mata. Sejak kecil kami selalu bersama. Aku berteman dengan kakak tapi besar aku lebih dekat dengan adek. Setiap hari kami bermain bersama. Terkadang aku di bekikan model baju yang sama dengan kakakku.
Dari segi kebersihan dan kerapian kakakku inilah yang nomor satu diantara saudaraku.
Bakat kakak ku ini adalah memasak dan menjahid. Ia terbiasa dengan pekerjaan di rumah dan jarang sekali ke sawah maupun kebun.
Ia punya pengalaman pergi ke malaisia dan Jakarta
.



inilah aku, aku di beri nama Dearti. Sejak kecil aku dipanggil Dedek, ketika masuk SD resmilah nama Dearti pada diriku. Kata ibuku waktu kecil aku suka sakit-sakitan. Pertama sekali aku menggunakan jilbab sejak kelas 2 SMA, ketika itu bertepatan pada 16 juni 2002. wah berat juga pengorbanan untuk menggunakan jilbab ketika itu, mulai dari pengadaan baju panjang. Saat itu pakaianku tidak ada dan uang pun terbatas. Aku mulai solat sejak SMA. Ketika itu ada keinginan untuk sholat, orang yang paling dekat dengan ku bernama Kamalasari, bersamanyalah aku mengarungi kehidupan sehari-hari, kami sering solat bersama disaat orang lain tidak sholat. Aku punya hobi menulis. Cita-citaku sekarang adalah ingin menjadi seorang penulis. Karna menurutku penulis adalah pribadi yang punya prinsip, punya ilmu cukup, analisanya tajam, secara ekonomis mencukupi. Apalagi kalo penulis terkenal maka ia bahkan bisa menjadi orang kaya.
Kata teman-temanku aku orangnya ngak mudah marah, walau marah aku tetap tersenyum. Tapi sebenarnya aku orangnya suka merajok dan mudah tersinggung. Apalagi hal itu bertentangan dengan prinsipku. Sampai sekarang aku tidak punya pacar, karna kutau pacaran hanya membawa kita dekat pada kemaksiatan dan futur iman. Pacaran hanya ada setelah menikah.
Aku bahagia dengan apa yang aku miliki saat ini, secara fikroh islam, aku termasuk orang yang fanatik terhadap ajaran islam. Secara materi aku punya harta yang cukup, ya walaupun sebenarnya itu adalah harta orang tuaku tapi fasilitas tersebut aku yang menikmati. Secara berfikir aku bisa bersaing walau aku orangnya pendiam.
Kata temanku aku orangnya pekerja, kalo bekerja aku serius tapi kalo disuruh ngonsep aku kurang bahan.
Kelebihanku dalam bidang administrasi. Aku lebih enjoy dengan komputer dan juga aku lebih enjoy dengan seni. Aku senang dengan musik, baik musik islami maupun bukan. Kalo masalah makan, aku paling suka makanan sejenis mie.

ini adek ku yang pertama. Biasa kami memanggilnya inning, tapi nama cantiknya adalah Mahmudah. Diantara empat saudara inning menpunyai postur tubuh yang tinggi dan agak gemuk.
Orangnya agak judes, ia suka bercerita tentang banyak cowok denganku, tapi ia tidak berani mengatakan yang mana satu cowoknya. Ia kelahiran 20 desember 1987. sekarang lagi kuliah di kebidanan politeknik Pontianak semester 5. dia punya kelebihan mudah bergaul dengan masnyarakat. Temannya banyak.
Menurutku ining orangnya cerdas dalam berpendapat dan bertindak. Walau dia keluar rumah tidak pakai jilbab tapi ia masih ratin sholat lima waktu.









adik bungsuku bernama Aswin, ia satu satunya saudara laki-laki aku. Lahir pada 14 Maret 1998. orangnya penurut dan jarang membantah. Ia juga termasuk cerdas dalam berpikir, tapi ia agak pemalu jika berinteraksi dengan dunia luar. Sekarang ia kelas empat SDN 9 Sungai Kelambu.
adikku yang satu ini punya perasaan yang lebih baik dibandingkan dengan teman sebayanya. ia adalah teman kami berdebat, yah... debat sambil gurau gitu deh.
saya berharap adik pria yang satu-satunya ini bisa menjadi pribadi sukses dan sholeh.
ia sangat pandai main kelereng, berenang, larinya kencang, makannya cepat. karna makan cepat ia sering dapat komentar.
saat ke pontianak, ia senang sekali jalan ke mal. kalo tidak ada aswin ikut bersama rasanya kebahagian tidak sempurna.

anak kecil ini adalah keponaan ku. kami sangat menyayanginya. ia adalah cucu pertama dan satu-satunya saat ini. namanya Alif Faturrozi, lahir pada 14 November 2007. comel bukan...? itulah yang membuat kami sangat merindukannya. Walau cengengnya minta ampun tapi bikin orang kangen dan pengen mengendongnya.


ia sangat suka main air, jika sedang mandi susah untuk dihentikan. mainannya banyak, ada mobil, alat-alat tukang menukang, bola, dan mainan anak lainnya.


selama setahun, tidak ada yang bisa bertahan lama menjaganya selain ibu dan neneknya. kalo udah nangis, sulit untuk di diamkan, ya nyerah deh jadinya. kadang ibunya sendiri bingung untuk mendiamkan tangisannya.


Ayahnya asli Sambas juga. sayangnya aku tidak bisa mengirim foto dia, karna emang aku tidak menyimpan gambarnya.


Cerpen "KADO TERINDAH"




Tia berubah, dua bulan belakangan ini aku meliat Tia tidak seperti biasanya. Ia yang sering kumpul saat habis sholat duhur di masjid kampus, kini langsung pulang kekontrakan barunya. Aku sudah jarang melihat ia aktif di sekretariat LDK. Terasa ada yang hilang dalam diirinya. Tidak seenerjik yang dulu, tidak seramah yang pernah kukenal. Nasehat-nasehatnya sudah jarang ku dengar. Dialah yang selalu mengingatkan kami untuk tegar dijalan dakwah ini.
Tia yang sangat anggun dengan jilbab lebarnya, yang penuh keibuan saat menyapa dan senyumnya yang lembut. Mengapa kini tia berbeda dengan apa yang diucapkannya. Dia bilang tidak ada pacaran dalam Islam kecuali setelah menikah tapi ku melihat ada gejala orang sedang pacaran dalam sikapnya. Pernah suatu ketika, aku melihat ia tertawa sendiri saat membaca sms, ia sering kali sms-an yang ndak jelas dengan siapa. Ketika ditanya ia hanya bilang sms dari teman. Ketika ke toko buku bacaannya juga sudah jauh berbeda, ketika dulu kami suka baca buku pergerakan, buku-buku materi keislaman dan novel kini bacaannya adalah buku keluarga dan mendidik anak. Aku mencurigai kelakuannya, sempat aku mengutarakan hal ini pada teman satu kelompokku, mereka hanya bilang jangan berburuk sangka mungkin saja dia lagi persiapan mau nikah.
Tia yang dulu kukenal sangat menjaga jarak dengan ikhwan, amal yauminya begitu bagus, tutur kata yang lembut, dan ia sering memberikan taujih-taujih yang sejuk dihati. Ia jarang berinteraksi dengan ikhwan kecuali jika ada perlu. Tapi kok sekarang ia sering ditelpon dan sms-an seperti seseorang yang sedang jatuh cinta. Aku takut, takut jika temanku yang satu ni sedang futur.
Sebelum ada kejelasan tentang dia aku berfikir untuk mengetahui kebenarannya. Daripada terjadi yang enggak-enggak terhadapnya. Untuk itu kuputuskan akan menginap dikontrakan Tia. Aku ingin mengetahui yang sebenarnya terjadi padanya. Tanpa tanda curiga Tia dengan senang hati mengizinkan aku bermalam di kontrakannya. Malampun berlalu aku tak melihat suatu yang janggal darinnya bahkan aku melihat ia sujud panjang dalam tahajudnya dan tilawah sampai azan subuh. Aku hanya mencurigai telpon seorang laki-laki disepertiga malam. Kulihat tampaknya laki-laki tersebut bertujuan membangunkan solat lail. Kudengar ia menelpon agak mesra dalam bahasa yang tidak kupahami sepenhnya. Jika diperkirakan, mereka berbicara sekitar 10 menit. Hal tersebut sengaja tidaj ku ungkapkan langsung sehingga aku mendapat data yang falid untuk mengatakan hal tersebut.
Hari berganti hari, tia tampak lebih tambah rajin kuliah, rajin membaca, mengikuti kajian keislaman apalagi jika materi yang disampaikan adalah materi tentang keluarga. Kami senang akan perubahan sikapnya tapi kami merasakan ada yang berbeda dengan perubahan drastis tersebut.
”Tia hari ini, rencana kami mau ke kafe serasan, ada diskusi politik oleh bang Yandi, kita ikutan ya?”. Kataku mengajak
”Afwan Ran, aku benar-benar ngak bisa. Hari ini aku ada janji ama teman”. Katanya sambil melihatkan wajah kecewa
”Ya udah, biar kami aja yang pergi” Jawab Yeni menyambung
Tia kini lebih aksyik berdiam di kontrakannya. Lagi-lagi teman jadi alasan. Siapa sih teman dikampungnya yang selalu sms dan telponan dengannya itu, padahal setahu aku tidak ada temannya yang lebih akrab selain kami. Apa tidak cukup perhatian Cici, Caca, Tika, Yeni, Tia dan aku yang biasa kami sebut dengan kumpulan Akhwat watasyiwa 2004.
***
Wajah Tia kelihatan lebih pucat, kami khawatir dengan keadaannya. Badannya tampak lemas, matanya sayu, tapi bila ditanya ia hanya bilang bahwa sehat-sehat saja. Hari-hari berikutnya bertambah parah wajahnya yang pucat disertai muntah-muntah, ia juga sering ke wc buang air kecil. Kami sangat menghawatirkan keadaannya. Dengan kekuatan persahabatan yang telah kami bangun sejak empat tahun yang lalu Tia berhasil kami bujuk untuk diantar kepuskesmas dengan biaya ditanggung oleh kami. Karena permintaan tersebut diutarakan bersama maka ia tak bisa membantah lagi. Kami pergi ke puskesmas bersama-sama.
Ibu dokter memeriksa Tia, Tia tampak bercakap-cakap dengan dokter. Kami tidak mendengar percakapan mereka. Setelah menanyakan ke dokter tentang penyakit Tia, ia hanya mengatakan Tia baik-baik saja dan ia harus banyak beristirahat dan makan makanan yang bergizi. Kami merasa tenang setelah Tia diperiksa oleh dokter. Dokter memberikan resep obat yang harus di beli oleh Tia. Kami berharap Tia akan segera sembuh setelah meminum obat tersebut.
”Gimana, saya baik-baik saja bukan? Ngak usah khawatir lagi ya ” kata Tia sambil tersenyum.
”Iya, walau kamu tidak napa-napa kamu harus ikut pesan dokter tadi, banyak istirahat, makan yang bergizi dan jangan lupa minum obatnya. Mulai besok kami akan bergiliran menemani kamu dirumah.”
”ee... kalian jangan repot-repot deh, aku bisa jaga diri kok”
”Tia, gimana kami ngak khawatir kamu yang sudah kami anggap saudara sendiri sedang sakit, kamu telah kami cintai seperti mencintai diri sendiri sudah tentu jika kamu sakit kami juga merasakan sakitnya.” kataku sambill memandangi kelima temanku.
”Terima kasih atas perhatian kawan-kawan, kalian adalah sahabat terbaik yang pernah ku kenal”. Jawab Tia dengan mata berbinar.
”Iya kita sesama saudara harus saling membantu, bukankah kita telah berjanji untuk saling menjaga dan mengingatkan” sambung Tika
Setelah pemeriksaan tersebut kami langsung mengantar Tia ke kontrakannya kecuali Cici dan Caca, mereka langsung mencari makanan untuk Tia. Ia harus membeli Susu, nasi, sayur, dan ikan goreng kesukaan tia agar ia berselera untuk makan
Tia makan dengan lahapnya, kami sangat senang melihatnya. Setelah itu kamipun pulang. Ketika hendak pulang kami melihat Tia ditelpon oleh seseorang, kami tidak terlalu paham dengan apa yang diucapkan karna ia menggunakan bahasa daerahnya, tapi yang jelas terdengar adalah ia menceritakan keadaannya yang lagi sakit dan baru pulang dari puskesmas.
”Tia, kami pamit dulu ya, assalamualaikum” kataku mengakhiri pertemuan
”Waalaikum salam, sampai ketemu besok dikampus?” Jawab Tia sambil tersenyum
“Iya“ jawab kami serempak
****
Siang hari ini terasa panas, walau panas hati kami terasa tenang karna Tia sehat. wajahnya tidak lagi pucat tapi ia masih muntah-muntah. Untuk menghindari biar Tia tidak kehabisan energi kami mengajaknya bersama-sama kekantin yang ada di pojok kampus. Kuperhatikan Tia tampaknya semangkin mual setelah mencium bau bakso yang ada di kantin Mas Kumis tersebut. Kulihat ia mengambil beberapa buah manisan mangga dan menyimpan dalam tasnya. Hanya satu bungkus yang dibuka dan dimakannya di tempat. Nia makan manisan mangga tersebut dengan lahapnya. Sempat aku terpikir Tia sepertinya sedang mengidam aja. Setahu aku orang yang lagi ngidam biasanya suka yang asam-asam, suka muntah, dan sering tidur. Ah... tak mungkin iakan akhwat baik-baik, lagi pun ia juga belum menikah. Pikirku dalam hati.
Tiba tiba HP Tia berbunyi tanda sms masuk. Dia membukanya dan segera membalasnya. Dan setelah itu kamipun melanjutkan makan siang tersebut dikantin.
” Rani, bisa ngak tolong antarin aku pulang setelah ini”
”Insya Allah Tia, apasih yang tidak untuk mu” jawab ku sambil tersenyum.
”Terima kasih” jawab Tia membalas senyumku.
Aku segera mengantar Tia pulang, dan teman-teman lainnya langsung menuju masjid untuk melakukan sholat Dzuhur berjamaah.
Jam sudah menunjukkan 15:30 ” tit-tit-tit’ bunyi sms masuk, segera ku buka
Ass. Ran, td aku melihat Tia di kafe pantai samudra indah. Ia bersama seorang cowok sedang makan siang. Coba cari tau kebenarannya, apakah ia bersama dengan saudaranya atau keluarganya. Siapa tau bukan diantara kedua-duanya.
Kubaca sms tersebut berulang kali. Aku merasa tak percaya Tia sedang berjalan dengan seorang cowok, padahal ia tidak punya saudara laki-laki maupun keluarga laki-laki yang sebaya dengannya. Tia semakin mencurigakanku.
Otakku dengan segera merespon sms tersebut dan secepatnya aku sms ke 5 temanku yang lain untuk kumpul dan kerumah Tia. Setelah berkumpul kami langsung menuju kerumah Tia. Ketika sampai di rumahnya, Tia kelihatan panik melihat kami. Kami dipersilakan masuk. Dan langsung menuju ruang tengah tempat ia biasa nyantai.
”Eh tumben kawan-kawan datang kesini tanpa kabar terlebih dahulu, tampaknya ada suatu yang penting”
”Benar Tia, ada yang ingin kami sampaikan dan kami tanyakan pada kamu, kamu jangan tersinggung ya”
”Oh iya, silakan aja. Untuk apa aku tersinggung, ya mungkin itu baik untukku”
”Begini Tia, belakangan ini kami melihat suatu yang beda pada dirimu. Kamu sudah jarang-kumpul-kumpul dengan kita lagi, kamu lebih asyik di rumah. Kalo ada kegiatan kampus kamu sering mengelak. kamu sudah tidak seperti yang dulu. Sebenarnya ada apa dengan mu?”
”Maaf”, Tia lari kedapur tampaknya ia muntah lagi. Sementara itu kami melihat ada buku tentang kehamilan dan keluarga sakinah diatas meja komputernya. Hal ini menambah firasatku pada Tia. argumen kami utk bertanya.
”Ndak napa-napa kok. Hanya saja aku pengen istirahat dulu dirumah” jawab Tia menyambung pembicaraan.
”Kami juga khawatir dengan penyakitmu, kamu sering muntah-muntah, makanmu suka yang asam-asam, kamu sering mengantuk dikelas, tampaknya dari ciri-cirinya seperti orang hamil aja, apalagi bacaanmu tentang keluarga melulu. Tuh buktinya”. Sambil kutunjukkan buku yang asa diatas meja komputer. Benar Tia kamu ngak apa-apa?
Muka Tia memerah, tampaknya ini mengena di hatinya.
Air mata Tia bercucuran, tampak diwajahnya orang yang bersalah. Kulihat ia sambil memegangi perutnya.
Tia apa yang terjadi denganmu. Apakah praduga kami benar adanya dan apa benar Tenti ada melihat kamu makan bersama cowok disebuah kafe berduaan. Siapa cowok tersebut Tia.
Ya, semuanya benar, aku memang sedang hamil, aku juga ada pergi ke kafe tersebut.
Semua menangis, kecuali aku, aku masih kesal dengan Tia yang menyembunyikan hal ini kepada kami.
Sekarang mana cowok tersebut.
Assalamualaikum .......
Terdengar suara laki-laki dari depan pintu. Semua mata terarah padanya.
Tampak sosok tubuh Atletis, tinggi dan berkulit putih serta tanpan sedang membawa makanan menghampiri kami. Kelihatannya ia laki-laki baik. Pantas untuk seorang Tia yang cantik dan pintar.
Ia mendekat dan berhenti kearah kami dan duduk disamping Tia.
Tia dia siapa?
Dia Suamiku. Ia datang untuk menjengukku.
Apa???
Suaaaami....
Semua memandang heran, semua terasa tak percaya, kenapa Tia tidak pernah menceritakan hal ini kepada kami. Padahal ia pernah berkata bahwa hanya kamilah teman terdekat dia.
”Tia, mengapa hal ini tidak kamu ceritakan dari awal, kami sangat khawatir padamu”. Kamu ingkar Tia.
”Bukannya aku ingkar tapi aku ingin memberikan suprise pada kalian. Aku sebenarnya sudah dikhitbah dua bulan yang lalu. Awalnya Rencana kami akan menikah tiga bulan setelah di khitbah, tapi mamaku berkehendak lain. Ia tidak mau berlama-lama sampai tiga bulan. Jadi seminggu setelah menghitbah kami langsung diakad nikahkan langsung diadakan. Hanya saja kami belum mengadakan walimah karena belum ada waktu yang pas. Rencananyasih walimahnya 2 minggu ke depan setelah wisudaku nanti.
Sebenarnya aku ingin membuat kejutan dihari wisudaku nanti. Ya dengan memperkenalkan suami rahasiaku selama ini sekaligus memberikan undangan walimahnya.
”Jadi selama ini siapa yang tau akan hal ini”.
Hanya Murobbi dan ketua LDK yang tahu, karena kemaren aku terpaksa memberitahukan hal ini padanya. Sekaligus kiadah kita sepantasnya ane beritahukan.
Maafkan aku sahabat karena merahasiakan hal ini pada kalian. Sebenarnya hal ini sudah saya rencanakan jauh hari sebelum pernikahan. Kehamilan ini merupakan kado terindah untukku.
Mohon doanya ya ukhti, moga pernikahan kami berkah.
Barokallah ya ukhti atas pernikahannya. Kataku mendoakan. Semuanya kembali tersenyum bahagia.





Salam Jihat untuk Akhwat Watasiwa '04, ana uhubbuki fillah ya Ukhti........

Antum Sahabat dunia akhirat ane

Sahabatku




Sahabatku, saat ini aku sangat sedih. aku tau kalian sangat ingin membantu aku tapi ku tau akan kemampuanku. aku tak mungkin bisa berfikir jernih saat ini. aku sangat bingung. aku tidak bisa memutuskan apa yang harus aku lakukan. biarkan aku sendiri untuk beristirahat sejenak. biarkan kesendirian, saat ini aku tidak ingin diganggu. saku ingin cepat bebas dari semua ini. aku bosan. biarlah waktu yang akan menjawab semua ini, terima kasih atas bantuan kawan-kawan. aku mencintai kalian lebih dari diriku sendiri.


doakan aku. aku sangat mengharapkan doa kalian.


apapun keputusan aku nanti, semoga itu terbaik untuk ane dan untuk kita semua.


perjuangan ku hampir berakhir, dan aku akan berjuang dengan tantangan yang baru.


empat tahun bukanlah waktu yang pendek, tapi empat tahun terasa begitu singkat terasa.


sahabatku, pilihan ini adalah pilihan yang berat bagi aku. memang kalian lebih mengenalnya dari pada aku, tapi aku

yang merasakan betapa beratnya tuk memutuskan.

Minggu, 18 Januari 2009

BIODATA DIRI


Nama Lengkap : Dearti
Nama Panggilan : K’ De/Dedek/Dea
Tetala : Sungai Kelambu, 25 Oktober 1985
Pekerjaan Sementara : Asisten Dosen
Hobi : Membaca dan Menulis
Status : Anak ke 2 dari 4 Bersaudara.
Alamat : Desa Sungai Kelambu, Rt 07/ Rw 03,No. 234. Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas
Makanan Faforit : Bakso, mi goreng, mi rebus etc yang sejenis mie
Minuman Faforit : Tea es
Golongan Darah : A
Tinggi Badan : 152 cm
Berat Badan : 48 Kg
Email : dea_sambas@yahoo.com
Frienster : dea_sambas@yahoo.com
Blog/Http : deawatasiwa.blogspot.com
HP : 085245107885
Riwayat Pendidikan :
1. SDN 9 Sungai Kelambu Tahun 1998
2. SLTP N 3 Tebas Tahun 2001
3. SMU N 1 Tebas Tahun 2004
4. STAIN Pontianak Tahun 2008
Pengalaman Organisasi : LDK Matimsya STAIN Pontianak, KAMMI Komsat STAIN, PK Sejahtera
Nama Saudara : Muliati, Mahmudah, Aswin


0rang Tua
Ayah
Nama : Hairani
Pekerjaan : Petani
Umur : 53 Tahun
Alamat : Desa Sungai Kelambu, Dusun Parit, Rt 07/ Rw 03,No. 234. Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas

Pendidikan Terakhir : SMP
Ibu
Nama : Jaurah
Pekerjaan : Petani
Umur : 46 Tahun
Alamat : Desa Sungai Kelambu, Rt 07/ Rw 03,No. 234. Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas